BEKASI.POJOKSATU.id -  Satlantas Polres Metro Bekasi Kota melibatkan ahli forensik dalam penyelidikan kecelakaan maut yang melibatkan truk box PT Rianinda Utama Ekspress di persimpangan Unisma, Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan yang menewaskan seorang pengemudi ojek online.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia mengatakan pemeriksaan oleh ahli forensik difokuskan pada kondisi teknis kendaraan guna mengetahui apakah truk masih memenuhi standar kelayakan jalan atau terdapat kerusakan yang memicu kecelakaan.

"Kendaraan juga akan diperiksa oleh ahli forensik untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk menilai kelayakan kendaraan dan mengkaji penyebab meninggalnya korban," ujar Gefri saat dikonfirmasi, Selasa, 30 Juni 2026.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Metro Bekasi Kota Gelar Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Patriot Bangsa

Selain pemeriksaan kendaraan, kepolisian juga masih menunggu hasil tes urine terhadap sopir truk. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan apakah pengemudi berada di bawah pengaruh alkohol maupun zat terlarang saat mengemudikan kendaraan.

"Hasilnya masih kami tunggu," kata dia.

Hingga kini, polisi belum menetapkan penyebab pasti kecelakaan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, truk diduga mengalami rem blong sebelum menabrak sejumlah kendaraan yang sedang berhenti di lampu lalu lintas Simpang Unisma.

"Saat ini penyelidikan masih berlangsung. Dugaan sementara rem blong, namun kami masih mengumpulkan berbagai informasi melalui Unit Laka Lantas. Sopir beserta barang bukti juga sudah kami amankan," jelas Gefri.

Polisi terus mengumpulkan keterangan para saksi serta memeriksa barang bukti yang telah diamankan. Hasil analisis ahli forensik nantinya akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut.***