BEKASI.POJOKSATU.id - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bekasi mulai menindaklanjuti laporan dugaan pelecehan verbal yang diduga dilakukan oleh seorang aparatur sipil negara (ASN).
Hingga kini, empat perempuan telah menyampaikan laporan resmi disertai sejumlah bukti sebagai dasar pemeriksaan.
Kepala BKPSDM Kota Bekasi, Anjar, mengatakan laporan tersebut diterima pada Senin pekan lalu dan saat ini proses penanganan masih berada pada tahap awal.
"Ada empat orang perempuan yang merasa menjadi korban dan sudah menyampaikan laporan ke BKPSDM. Laporan itu akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur," ujar Anjar, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Pastikan Kesiapan Porprov Jabar XV, Venue Hampir Rampung
Menurutnya, BKPSDM telah lebih dulu meminta keterangan dari para pelapor. Selanjutnya, pihak terlapor beserta pimpinan perangkat daerah terkait akan dipanggil untuk menjalani proses klarifikasi.
"Sementara baru dari pihak korban. Nanti kepala satuan kerja yang bersangkutan juga akan kami panggil untuk klarifikasi," katanya.
Anjar menjelaskan, sebelumnya BKPSDM belum dapat memproses dugaan tersebut lantaran belum menerima laporan resmi dari korban. Setelah laporan masuk, tahapan pemeriksaan langsung dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan ada atau tidaknya pelanggaran karena seluruh proses klarifikasi masih berlangsung.
"Kami akan memanggil semua pihak untuk dimintai keterangan. Setelah proses selesai dan ada hasilnya, tentu akan kami sampaikan," ucapnya.
Dalam penanganan kasus ini, BKPSDM juga akan berkoordinasi dengan Inspektorat Kota Bekasi guna memastikan pemeriksaan berjalan secara objektif dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: DPPPA Kota Bekasi Dorong Penambahan UPTD PPA, Satu Kecamatan Ditargetkan Miliki Satu Unit
Anjar memastikan laporan dugaan pelecehan verbal tersebut akan diproses hingga tuntas.
"Yang jelas, laporan ini pasti kami tindak lanjuti. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan klarifikasi," pungkasnya.***




