BEKASI.POJOKSATU.id - Sebanyak 384 peserta didik baru SMAN 1 Kota Bekasi mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Rabu, 15 Juli 2026.

Pelaksanaan MPLS tahun ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, tenaga pendidik, dan warga sekolah kepada siswa baru. Kegiatan juga dirancang untuk membangun karakter, mengembangkan minat dan bakat, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak awal memasuki jenjang pendidikan menengah atas.

MPLS kali ini menjadi yang pertama sejak SMAN 1 Kota Bekasi ditetapkan sebagai Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Tri Adhianto Ajak Sahabat MUI Bersinergi Atasi Persoalan Sosial dan Dukung Pembangunan Kota Bekasi

Kepala SMAN 1 Kota Bekasi, Mukaromah, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan disusun agar peserta didik baru memperoleh pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan saat mulai bersekolah.

Ia menjelaskan, panitia, guru, pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), pembina ekstrakurikuler, hingga siswa senior dilibatkan untuk mendampingi peserta didik baru tanpa praktik perpeloncoan.

"Kami harus bisa menciptakan MPLS yang ramah dan menyenangkan. Hubungan antara kakak kelas dan adik kelas harus dibangun melalui pendampingan," kata Mukaromah.

Menurutnya, pendampingan dari siswa senior diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi peserta didik baru sekaligus melatih kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri.

Baca Juga: Tri Adhianto Ajak Sahabat MUI Bersinergi Atasi Persoalan Sosial dan Dukung Pembangunan Kota Bekasi

Sekolah memperkenalkan berbagai organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan potensi sekaligus melatih kemampuan memimpin.

Melalui berbagai aktivitas tersebut, peserta didik diharapkan mampu belajar bertanggung jawab, mengambil keputusan, menyampaikan pendapat, hingga bekerja sama dalam tim.

Mukaromah menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS di SMAN 1 Kota Bekasi sepenuhnya bebas dari praktik perundungan maupun perpeloncoan.

"Insya Allah saya jamin dalam kegiatan MPLS ini tidak ada bullying dan juga tidak ada perpeloncoan," tegasnya.

MPLS berlangsung selama lima hari. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan apel pembukaan, dilanjutkan perkenalan guru dan tenaga kependidikan, penyampaian materi pendidikan karakter, pengenalan fasilitas sekolah, tata tertib, hingga program pembelajaran.

Baca Juga: Personel Polsek Bantargebang Beri Wejangan kepada Siswa saat MPLS

Peserta didik juga diperkenalkan dengan beragam kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih sesuai minat dan bakat sebagai sarana pengembangan organisasi dan kepemimpinan.

Penguatan karakter dalam MPLS mengacu pada konsep Panca Waluya yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.

"Kami berharap setelah mengikuti MPLS, lima nilai karakter Panca Waluya mulai tertanam pada diri siswa, yakni Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer," ujar Mukaromah.

Melalui konsep Sekolah Maung, SMAN 1 Kota Bekasi menargetkan lahirnya peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, peduli terhadap lingkungan, mampu bekerja sama, dan berjiwa kepemimpinan.

Sekolah berharap pelaksanaan MPLS yang ramah dan menyenangkan dapat membantu seluruh peserta didik baru beradaptasi lebih cepat sehingga siap mengikuti proses pembelajaran dengan rasa aman dan percaya diri.***