BEKASI.POJOKSATU.id – Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi resmi dimulai. Proyek yang menjadi bagian dari kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Summarecon Bekasi itu ditargetkan rampung dalam 18 bulan.

Groundbreaking proyek dilakukan di kawasan kolong Flyover Summarecon, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jumat (24/7/2026).

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan pembangunan stasiun tersebut menelan investasi sekitar Rp80 miliar.

“Stasiun ekstensi ini kami bangun dalam waktu 18 bulan, dengan investasi sekitar Rp80 miliar,” kata Adrianto, Minggu 26 Juli 2026.

Proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 7.000 meter persegi. Sementara itu, luas bangunan stasiun mencapai sekitar 400 meter persegi.

Stasiun Bekasi Ekstensi nantinya akan berbagi fungsi dengan Stasiun Bekasi yang telah beroperasi. Pembagian layanan dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan penumpukan penumpang KRL.

Menurut Adrianto, stasiun ekstensi akan melayani penumpang dari wilayah barat dan selatan. Adapun Stasiun Bekasi eksisting akan difokuskan melayani penumpang dari wilayah utara dan timur.

Baca Juga : Ambil Alih Pasar Baru Bekasi, PT Mitra Patriot Janji Berdayakan Warga Lokal

“Dengan adanya Stasiun Bekasi Ekstensi, masyarakat Bekasi akan terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang karena stasiun ini akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan,” ujarnya.

Keberadaan stasiun baru tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, khususnya pengguna KRL yang selama ini mengandalkan Stasiun Bekasi.

Summarecon juga menyiapkan pengembangan jaringan transportasi publik yang menghubungkan Bekasi Utara dengan Stasiun LRT.

Jalur transportasi massal sepanjang sekitar lima kilometer itu direncanakan melintasi kawasan TOD sebelum tersambung dengan Stasiun LRT di sisi jalan tol.

Integrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat berpindah moda transportasi sekaligus memangkas waktu perjalanan.

Selain integrasi KRL dan LRT, kawasan TOD Summarecon Bekasi dirancang dengan konsep ramah pejalan kaki, dilengkapi jalur sepeda, jaringan jalan yang saling terhubung, serta lingkungan yang aman dan berkelanjutan.

“Kami berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam beraktivitas, efisiensi dalam bermobilitas, serta kualitas lingkungan yang semakin baik,” tutur Adrianto.***