BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota Bekasi memastikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, dilaksanakan sebelum akhir Agustus 2026.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi Kiswatiningsih mengatakan persiapan pelaksanaan groundbreaking terus dimatangkan bersama pihak terkait.

"Kemarin (Rabu 5/8/2026) saya rapat dengan Danantara dan PT Wangneng, kita memang membahas terkait dengan persiapan ground breaking," kata Kiswatiningsih saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Ia mengatakan pembahasan bersama Danantara dan PT Wangneng Environment tersebut mencakup sejumlah aspek teknis untuk memastikan pelaksanaan groundbreaking dapat berjalan sesuai rencana.

Beberapa hal yang dibahas meliputi luasan lahan yang akan diserahterimakan, perkembangan perizinan, pengurukan tanah, serta penentuan jadwal groundbreaking.

"Lebih kepada teknis, memastikan luasan tanah yang diserah terimakan, kemudian update perizinan, update pengurukan tanah, sama kemudian pemilihan tanggal untuk groundbreaking," ujarnya.

Hasil rapat tersebut, kata dia, selanjutnya akan disampaikan kepada Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk dilakukan koordinasi lebih lanjut.

Kiswatiningsih menjelaskan pelaksanaan groundbreaking yang sebelumnya tertunda bukan disebabkan persiapan yang dilakukan secara terburu-buru.

Menurut dia, jadwal sebelumnya telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Namun, pada saat jadwal tersebut ditentukan, masih terdapat sejumlah dokumen perizinan yang belum selesai.

"Bukan buru-buru, jadi tanggal itu di-setting oleh pemerintah pusat. Hanya saja pada tanggal itu ternyata perizinannya ada yang belum keluar. Jadi kami semua tidak berani me-launching ground breaking PSEL tanpa ada perizinan yang jelas," katanya.

Baca Juga : Jatanras Polda Metro Jaya Tangkap 6 Pelaku Perampokan di Cibitung Bekasi

Saat ini, proses perizinan proyek PSEL tersebut disebut telah mencapai sekitar 90 persen.

"Hampir, kata saya mah untuk perizinan 90 persenan beres. Makanya berani memastikan sebelum kalender Agustus selesai, ground breaking dilakukan," ujarnya.

Ia menambahkan, terkait kemungkinan Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri groundbreaking PSEL Bekasi masih diupayakan oleh Danantara.

Namun, keputusan mengenai kehadiran Presiden sepenuhnya berada di tangan Prabowo.

Menurut Kiswatiningsih, sejumlah pejabat terkait dipastikan hadir dalam agenda tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri BUMN, Menteri ESDM, serta Direktur Utama PLN.

"Hanya saja yang selalu hadir dalam ground breaking adalah Pak Kemenkopangan, Pak Menteri BUMN, kemudian Pak Menteri ESDM, terus Direktur PLN karena itu termasuk PPA-nya. Itu pasti hadir," katanya.

Proyek PSEL di Ciketing Udik, Bantargebang, merupakan bagian dari upaya pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang diharapkan dapat mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi.***