BEKASI.POJOKSATU.id – Pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi resmi dimulai dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp3 triliun.

Pembangunan fasilitas PSEL tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menangani persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi hijau bagi masyarakat Kota Bekasi.

Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan, pembangunan PSEL Kota Bekasi merupakan kelanjutan dari proyek serupa yang sebelumnya telah diresmikan di Denpasar, Bali.

Menurutnya, fasilitas PSEL di Kota Bekasi ditargetkan mampu mengolah sekitar 500 ribu ton sampah menjadi energi setiap tahunnya.

Jumlah tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 70 persen timbunan sampah yang ada di Kota Bekasi.

"Permasalahan sampah bukanlah masalah yang hanya dialami oleh satu daerah atau satu orang saja. Permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua," ujar Pandu dalam peresmian pembangunan PSEL di Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).

Baca Juga : Besok Groundbreaking PSEL Kota Bekasi

Pandu menjelaskan, kehadiran PSEL tidak hanya ditujukan untuk mengurangi beban pengelolaan sampah, tetapi juga menghasilkan energi terbarukan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Fasilitas tersebut akan dikembangkan dengan mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive.

Dari sisi lingkungan, PSEL Kota Bekasi ditargetkan mampu menurunkan emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80 persen.

Selain itu, fasilitas tersebut diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon hingga sekitar 640.000 ton setara CO2 setiap tahun.

Sementara dari sisi energi, PSEL Kota Bekasi diperkirakan mampu menghasilkan energi hijau yang dapat memenuhi kebutuhan listrik sekitar 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi.

Baca Juga : Gustavo Almeida Tak Lagi Berseragam Persija Musim Depan

"Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55.000 rumah masyarakat Kota Bekasi," katanya.

Tak hanya persoalan lingkungan dan energi, pembangunan PSEL juga diproyeksikan memberikan dampak terhadap perekonomian lokal.

Pandu menyebut proyek senilai Rp3 triliun tersebut diperkirakan mampu menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja hijau.

Selain itu, pengoperasian fasilitas PSEL juga ditargetkan dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA hingga sekitar 90 persen.

Dengan berbagai manfaat tersebut, PSEL Kota Bekasi diharapkan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Pembangunan fasilitas ini sekaligus menjadi langkah untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.***