BEKASI.POJOKSATU.id – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Kota terus mendorong kesadaran pekerja informal terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang mengusung tema “Bangkit Merajut Kemandirian Menuju Kesejahteraan Berkelanjutan.”
Kegiatan digelar secara serentak di sejumlah titik di wilayah Kota Bekasi dengan melibatkan pekerja Bukan Penerima Upah (BPU), komunitas pekerja, serta mitra BPJS Ketenagakerjaan.
Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan berada di Warung Nasi Ibu Rawalumbu, Kota Bekasi. Sejumlah pekerja dan komunitas sektor informal mengikuti kegiatan sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota, A. Fauzan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk mendekatkan akses perlindungan kepada pekerja, khususnya pekerja sektor informal.
“Kami ingin gerakan sadar jaminan sosial ini hadir lebih dekat dengan pekerja. Karena itu, kegiatan dilaksanakan di beberapa titik dan melibatkan komunitas maupun pekerja BPU secara langsung,” ujar Fauzan.
Menurutnya, masih banyak pekerja informal yang belum memahami pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya.
Padahal, pekerja informal memiliki risiko pekerjaan yang beragam. Mulai dari pedagang, pelaku usaha, pengemudi, pekerja jasa, hingga profesi mandiri lainnya berpotensi menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun risiko sosial.
Melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, pekerja dapat memperoleh perlindungan melalui sejumlah program, di antaranya Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP) sesuai ketentuan kepesertaan yang berlaku.
Baca Juga : 417 Siswa Bekasi Bersiap Menempuh Pendidikan di Sekolah Rakyat
Fauzan menegaskan, perlindungan jaminan sosial bukan hanya dibutuhkan ketika risiko sudah terjadi. Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga merupakan bagian dari upaya pekerja dalam membangun ketenangan saat bekerja sekaligus memberikan perlindungan bagi keluarga.
“Menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya tentang mendapatkan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga tentang membangun ketenangan dalam bekerja. Dengan terlindungi, pekerja dapat bekerja lebih tenang dan keluarga juga memiliki jaring pengaman ketika menghadapi risiko sosial ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, pekerja sektor informal memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, perlu adanya penguatan perlindungan sosial melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung komunitas pekerja.
Baca Juga : Siaga Satu di Kabupaten Bekasi Jelang Aksi 27 Agustus 2026
Selain edukasi, kegiatan Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dengan komunitas serta berbagai mitra di wilayah Kota Bekasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan kepesertaan dan meningkatkan kesadaran pekerja informal untuk memastikan dirinya telah terlindungi.
BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota pun mengajak pekerja untuk tidak menunggu risiko terjadi terlebih dahulu sebelum menyadari pentingnya perlindungan jaminan sosial.
Kesadaran untuk menjadi peserta dan memastikan kepesertaan tetap aktif dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian serta kesejahteraan pekerja dan keluarganya secara berkelanjutan.
Melalui berbagai kegiatan edukasi dan kolaborasi, BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota berkomitmen terus memperluas akses perlindungan bagi pekerja BPU, komunitas, dan sektor informal lainnya.***




