BEKASI.POJOKSATU.id - Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa-Bali yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Jumat, 28 Agustus 2026.

Agenda yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus pemberian penghargaan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Penilaian difokuskan pada keberhasilan pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III, Tri Adhianto Apresiasi Seniman Lokal Bekasi

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Harris Bobihoe mengikuti seluruh rangkaian acara, termasuk mendengarkan arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian usai prosesi penyerahan penghargaan kepada sejumlah pemerintah daerah.

Adapun penghargaan yang diberikan mencakup empat kategori, yakni Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Kemendagri menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan penghargaan kepada daerah yang berprestasi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian, dan berbagai lembaga dalam mendukung target pembangunan nasional.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, ajang apresiasi tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi agar berbagai pihak dapat saling mendukung sesuai dengan program dan bidang masing-masing.

Baca Juga: Susur Kali Bekasi, DLH dan KP2C Tak Temukan Pipa Limbah Industri Aktif

"Penyelenggaraan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan pemberian penghargaan. Ajang ini juga menjadi ruang kolaborasi antara Kemendagri dan kementerian serta lembaga lain untuk mendorong pencapaian target pembangunan di daerah," ujar Tito Karnavian.

Kemendagri juga membuka peluang bagi kementerian maupun lembaga lain untuk berpartisipasi memberikan dukungan dan penghargaan sesuai bidang tugasnya, sehingga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi momentum memperkuat kerja sama lintas sektor.

Dalam proses penilaiannya, pemerintah daerah tidak hanya dinilai dari aspek administratif, melainkan juga berdasarkan capaian nyata yang dirasakan masyarakat serta inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

"Pemerintah daerah tidak hanya dinilai dari kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah pusat, tapi juga berdasarkan capaian konkret serta inovasi yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik," tegas Tito.

Baca Juga: Tim Gabungan Susuri Kali Bekasi, KP2C Sebut Tak Temukan Pipa Siluman atau Pembuangan Limbah Industri

Melalui kegiatan regional Jawa-Bali ini, pemerintah daerah juga didorong untuk saling berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik, inovasi, dan strategi pembangunan yang berhasil diterapkan di masing-masing wilayah.

Kemendagri berharap ajang apresiasi tersebut mampu memacu pemerintah daerah untuk terus menghadirkan tata kelola pemerintahan yang semakin responsif, inovatif, dan berorientasi pada hasil, sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.***