BEKASI.POJOKSATU.id — Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Wildan Fathurrahman mengimbau siswa tetap mengenakan masker saat beraktivitas di sekolah setelah wilayah tersebut sempat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Wildan mengatakan penggunaan masker diperlukan sebagai langkah perlindungan terhadap kesehatan siswa, terutama setelah kegiatan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan.

Sebelumnya, sejumlah siswa di Kota Bekasi mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menyusul kondisi paparan abu vulkanik.

"Alangkah baiknya siswa tetap mengenakan masker. Saat berangkat menuju sekolah masker harus dikenakan, saat pulang menuju ke rumah juga," kata Wildan kepada wartawan, Jumat 11 September 2026.

Selain penggunaan masker, Wildan meminta Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan pemantauan kesehatan siswa.

Menurut dia, pemantauan diperlukan untuk mengetahui dampak paparan abu vulkanik terhadap kesehatan, khususnya kemungkinan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Baca Juga : Kualitas Udara Membaik, PJJ Siswa di Kota Bekasi Dihentikan

"Dinas Kesehatan perlu proaktif melakukan monitoring atau pengecekan terhadap penyakit ISPA pada siswa. Harus dimonitor apakah selama seminggu terakhir ada kenaikan kasus ISPA atau tidak," ujarnya.

Wildan juga mendorong fasilitas kesehatan, seperti puskesmas dan klinik, meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait upaya menjaga kesehatan setelah paparan abu vulkanik.

"Kita minta Puskesmas, klinik atau fasilitas kesehatan agar rajin mengedukasi warga tentang kesehatan. Agar kesadaran masyarakat kita terhadap kesehatan meningkat," katanya.

Ia berharap langkah pemantauan dan edukasi tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mencegah dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.***