BEKASI.POJOKSATU.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mematangkan strategi tata kelola kependudukan guna mengoptimalkan potensi bonus demografi. Langkah ini dibuktikan melalui penguatan fungsi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) serta integrasi Rumah Data Kependudukan (RDK) secara berkelanjutan.
Dalam forum Workshop Penggerakan Kampung KB se-Jawa Barat di Bandung pada 22–23 September 2026, BKKBN Jawa Barat mengapresiasi efektivitas program kependudukan Kota Bekasi yang berhasil menembus target 100 persen untuk capaian Kampung KB Berkelanjutan dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Kepala DPPKB Kota Bekasi, Dr. Kusnanto, menjelaskan bahwa intervensi kependudukan tidak sebatas mengendalikan kuantitas jumlah warga, melainkan bermuara pada pencetakan generasi berdaya saing dan keluarga yang tangguh.
Baca Juga: DPPKB Kota Bekasi Borong 5 Penghargaan dari BKKBN Jabar
“Pengendalian penduduk bukan hanya berbicara mengenai jumlah, tetapi bagaimana kita mampu menyiapkan penduduk yang berkualitas serta generasi yang mampu menjadi kekuatan dalam menghadapi bonus demografi. Integrasi data melalui Rumah Data Kependudukan menjadi fondasi utama penentuan kebijakan kami,” terang Kusnanto dalam siaran pers, Rabu, 23 September 2026.
Melalui keberhasilan pengelolaan data kependudukan dan integrasi lintas sektor ini, Pemkot Bekasi optimistis dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat secara merata.***




