BEKASI.POJOKSATU.ID - Dinas Kesehatan Kota Bekasi mengungkapkan kondisi terbaru korban kebakaran SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya.

Hingga saat ini, sebanyak 11 korban luka bakar masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sri Wijayanti Anggraini, menyampaikan bahwa jumlah korban yang masih dirawat merupakan bagian dari total 22 orang yang terdampak dalam insiden tersebut.

“Sebanyak 11 orang masih menjalani perawatan,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 8 April 2026.

Baca Juga: Pemkab Bekasi Tak Buka CPNS 2026, Beban Anggaran Pegawai Tembus 42 Persen APBD

Dari keseluruhan korban, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang diderita.

Sementara itu, sembilan korban lainnya telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.

“Betul dua orang meninggal dunia dan ada yang sudah kembali,” kata Satia.

Kondisi para korban yang masih dirawat bervariasi, tergantung tingkat keparahan luka bakar yang dialami.

Baca Juga: Pasokan LPG 3 Kg di Sukabumi Dipastikan Aman, Pertamina Tambah Distribusi Ribuan Tabung

Beberapa di antaranya masih membutuhkan penanganan intensif untuk mempercepat pemulihan.

Hal senada disampaikan Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, yang memastikan bahwa sebagian korban masih berada di rumah sakit, sementara lainnya sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Ada yang masih di rumah sakit dalam perawatan, kemudian ada yang sudah berobat jalan,” ujarnya.

Insiden kebakaran yang terjadi di kawasan SPBE tersebut menimbulkan dampak serius, tidak hanya secara fisik bagi korban, tetapi juga secara psikologis bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi korban, sekaligus memastikan seluruh kebutuhan medis dapat terpenuhi dengan baik selama masa perawatan.

Selain fokus pada penanganan korban, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah lanjutan terkait tanggung jawab pihak pengelola SPBE. Rencananya, rapat dengan pihak pemilik usaha akan digelar dalam waktu dekat.

Baca Juga: Mahasiswa Cipayung Plus Desak Komitmen Nyata Pemkab Bekasi, DPRD Siap Kawal Tuntutan

“Kami akan rapat dengan mengundang pihak owner. Untuk ganti rugi belum tahu, nanti diputuskan dalam rapat. Kalau warga sih tetap minta ganti,” ujar Maka.

Perkembangan kondisi korban menjadi perhatian utama, mengingat sebagian masih harus menjalani perawatan jangka panjang akibat luka bakar yang cukup serius.

Pemerintah Kota Bekasi pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya serupa, serta mendukung proses pemulihan korban agar dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.***