BEKASI.POJOKSATU.id – Sepanjang tahun 2025, sejumlah aksi demonstrasi siswa di Bekasi menggema di berbagai sekolah. Para pelajar, yang selama ini sering dipandang hanya fokus pada kegiatan belajar, justru menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi.

Mereka turun menggunakan hak menyampaikan pendapat sesuai Undang-Undang Dasar demi menuntut keadilan, transparansi, serta perbaikan sistem pendidikan yang dianggap jauh dari harapan.

1. MAN 2 Kota Bekasi: Fasilitas Sekolah Rusak dan Guru Ekskul Tidak Digaji

Aksi pertama terjadi di MAN 2 Kota Bekasi pada Senin, 17 Februari 2025. Para siswa menuntut perbaikan fasilitas sekolah yang dinilai tidak layak, mulai dari WC yang kotor, keran air yang rusak, hingga lantai yang membahayakan.

Mereka juga menyoroti pelatih ekstrakurikuler yang tidak digaji. Ironisnya, menurut siswa, setiap bulan mereka diwajibkan membayar SPP sebesar Rp250 ribu, namun perbaikan fasilitas tak kunjung dilakukan.

Selengkapnya: Siswa MAN 2 Kota Bekasi Patungan untuk Pembina Ekskul Gara-Gara Sekolah Diduga Tak Beri Upah

2. SMAN 9 Tambun Selatan: Sorotan pada Dugaan Pungli dan Fasilitas UKS yang Buruk

Aksi juga terjadi di SMAN 9 Tambun Selatan pada Rabu, 4 Juni 2025. Siswa menuntut transparansi pihak sekolah atas dugaan pungutan liar berkedok sumbangan pembangunan gedung sebesar Rp500 ribu per tahun per siswa.

Tak hanya itu, setiap kelas juga diwajibkan menyumbang Rp20 ribu per hari untuk pengadaan pendingin ruangan, yang hingga kini tak pernah terpasang.

Selain dugaan pungli, mereka menyoroti buruknya fasilitas UKS. Ruangan kesehatan sekolah itu hanya berisi meja tanpa kursi atau kasur, bahkan obat-obatan sudah dua bulan tidak tersedia.

Aksi ini mendapat perhatian luas hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara Kepala SMAN 9 Tambun Selatan.

Selengkapnya: Kepala SMAN 9 Tambun Selatan Dinonaktifkan Sementara oleh Gubernur Jabar Usai Aksi Demo Siswa

3. SMPN 13 Kota Bekasi: Desakan Proses Hukum atas Kasus Pelecehan

Pada Senin, 25 Agustus 2025, giliran alumni SMPN 13 Kota Bekasi yang menggelar aksi. Mereka mendesak pihak berwenang memproses hukum seorang oknum guru olahraga berinisial JP, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap murid sejak 2018 silam.

Tuntutan ini tidak sia-sia. Dua hari setelah aksi, pihak Polres Metro Bekasi Kota menetapkan guru berinisial JP tersebut sebagai tersangka kasus pelecehan seksual. Aksi para alumni ini pun dinilai sebagai bukti nyata kepedulian generasi muda terhadap isu perlindungan anak dan keadilan hukum.

Baca Juga: Pimpin Apel di SMPN 13 Bekasi, Wali Kota: Harus Berani Speak Up, Jangan Takut Lapor

4. SMAN 14 Bekasi: Tuntutan Transparansi Dana BOS dan Infak Masjid

Pelajar SMAN 14 Kota Bekasi pada Senin, 8 September 2025 dengan berani menyuarakan keresahannya. Para siswa mempertanyakan transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) serta pungutan infak pembangunan masjid yang dinilai membebani mereka.

Seorang siswa menyebut bahwa masjid di lingkungan sekolah yang baru saja direnovasi justru kembali dibongkar tanpa penjelasan jelas. Kondisi ini memunculkan kecurigaan adanya pengelolaan dana yang tidak transparan.

Bukti Kepedulian Generasi Muda

Rangkaian aksi demonstrasi siswa di Bekasi yang masuk kategori generasi-Z ini menunjukkan bahwa para pelajar tidak hanya peduli pada urusan akademik, tetapi juga berani menyuarakan aspirasi atas persoalan ketidakadilan yang mereka alami.

Mulai dari isu fasilitas sekolah, dugaan pungli, kasus pelecehan, hingga transparansi dana pendidikan, semuanya menjadi catatan penting dari gerakan moral para pelajar di tahun 2025.***