BEKASI.POJOKSATU.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat sebanyak 4 orang masyarakat meninggal dunia akibat terjangkit demam berdarah dengue (DBD) karena gigitan nyamuk aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi dr. Tanti Rohilawati menyebutkan 4 warga yang meninggal dunia yakni merupakan warga Bekasi Selatan, Jatisampurna, dan Jatiasih.

"Ini merupakan data dari bulan Januari hingga 8 Maret 2024. Untuk masyarakat yang mendapat perawatan akibat DBD sebanyak 383 orang," ucap Tanti kepada bekasi.pojoksatu.id, Kamis, 14 Maret 2024.

Baca Juga: Jumlah Pasien DBD di RSUD Kota Bekasi Menurun Dibandingkan Tahun Lalu

Untuk itu, pihaknya meminta kepada masyarakat untuk berperilaku baik di lingkungan dan menjaga kebersihan agar terhindar dari DBD.

"Lakukan pemantauan jentik di rumah sendiri minimal seminggu sekali. Kemudian bersama warga di lingkungan RT-RW melalui Jumat bersih atau Minggu bersih," kata Tanti.

Dirinya juga masih terus menggulirkan 'Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik' (Juru Pemantau Jentik). Selain itu juga, hidup sehat dan juga menerapkan perilaku hidup bersih.

"Kami tetap waspada dan tidak bosan-bosan mengimbau masyarakat untuk memberantas sarang nyamuk dengan 3M plus yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa masuk," ucap Tanti.

"Serta menimbun atau mendaur ulang limbah barang bekas yang sudah tidak terpakai supaya tidak dijadikan tempat berkembangbiak nyamuk," demikian kata dia.***