POJOKSATU.id, BEKASI - Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari menilai ekonomi kreatif bisa menjadi penopang perekonomian masyarakat secara masif.
Karenanya, dia mendorong Pemprov Jabar terus membuat kebijakan yang bisa mendorong perkembangan ekonomi kreatif yang terbukti tangguh saat diterpa pandemi Covid-19.
"Dorongan pemerintah melalui berbagai kebijakannya dapat mengokohkan ekonomi kreatif sebagai salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat," kata politisi Golkar itu.
Kontribusi ekspor ekonomi kreatif Jabar mencapai 6,38 juta USD atau 31,93 persen dari total ekspor ekonomi kreatif nasional, dan jumlah usaha ekonomi kreatif di Jabar mencapai 1,5 juta unit serta menyerap tenaga kerja hingga 3,8 juta orang.
Dari data yang diterimanya, hingga kini ekonomi kreatif di Jawa Barat masih disumbang oleh tiga besar subsektor, di antaranya, kerajinan tangan, kuliner, dan fesyen.
"Kerajinan tangan menyumbang 27,1 persen, kuliner 26,4 persen, dan fesyen 16,7 persen, sedangkan subsektor lainnya mencapai 29,8 persen," ujar Ade Puspitasari.
Ia menyampaikan, ketangguhan ekonomi kreatif dalam menghadapi berbagai krisis harus ditopang pendampingan dari pemerintah, khususnya dalam peningkatan keterampilan pelaku usaha ekonomi kreatif hingga menyiapkan pasarnya.
Selain itu, Ade Puspitasari menyebut, banyak kabupaten dan kota di Jawa Barat yang mempunyai sentra ekonomi kreatif, yang kini banyak terdapat kafe.(*/Ipe)



