POJOKSATU.id, BEKASI - Berdasarkan data pemerintah, pengguna sepeda motor saat mudik 2023 mencapai 25,13 juta orang, atau 20,3 persen.
Anggota DPRD Jawa Barat, Ade Puspitasari menilai strategi program mudik gratis ini sangat bagus dan membantu warga agar tidak menggunakan motor supaya minim dari risiko kecelakaan lalu lintas.
"Sepeda motor bukanlah pilihan aman untuk mudik," imbuhnya.
BACA JUGA : Diciduk KPK Jumat Malam, Wali Kota Bandung Tak Sempat Lepas Mudik Gratis dan Bayar Zakat
Namun, kata Ade, penanganan mudik Lebaran 2022 perlu juga dilakukan evaluasi agar dapat berjalan lebih lancar.
Seperti mengevaluasi soal kebijakan one way (satu arah) di jalan tol, karena hal itu akan berdampak besar bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi.
"Soal one way harus dievaluasi, karena akan berdampak besar bagi pemudik, mereka bisa mencari jalan agar sampai ke kota tujuan, kecuali contra flow enggak apa-apa, soalnya kalau contraflow masih ada satu sisi yang bisa digunakan," jelasnya.
BACA JUGA : Potret Gembira Ratusan Driver Ojol Jabodetabek Mudik Gratis dari Relawan Ganjar
Ade juga meminta kepada polisi agar bisa menyiapkan skenario untuk mengantisipasi terhadap pencurian rumah kosong dan juga bencana alam yang bisa terjadi saat arus mudik dan balik Lebaran 2023, karena cuaca saat ini masih akan diwarnai dengan kondisi hujan atau biasa yang disebut dengan hidrometeorologi.
"Pemprov Jabar, Kotamadya hingga tingkat Kecamatan dan Kelurahan sampai tingkat RT dan RW harus terlibat secara proaktif dalam melakukan satu kegiatan kolaborasi dengan Polda, untuk berkoordinasi terkait keamanan pasca mudik bisa juga melakukan program patroli bersama di wilayah yang tinggal mudik. Agar pemukiman warga yang ditinggal mudik tidak terjadi pencurian. Dan juga harus bisa mengantisipasi adanya bencana alam yang melanda saat mudik nanti," ucap Ade.
Ade juga mengimbau bagi warga yang akan mudik untuk memperhatikan kondisi rumah sebelum ditinggal untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
BACA JUGA : Mudik Tahun Ini Diprediksi Membludak, Ade Puspitasari Sarankan Jangan Pakai Motor
Rumah juga harus diamankan dari risiko pemutusan listrik, terutama bagi mereka pelanggan listrik pascabayar.
"Sebelum ditinggal mudik, pastikan tagihan sudah dibayar. Pelanggan listrik prabayar juga diimbau mengisi token listriknya agar tidak habis saat ditinggal, sehingga listrik masih bisa untuk keperluan penerangan," ungkapnya.
Kemudian, kata Ade, warga juga jangan lupa melepas regulator tabung gas sebelum mudik.
Selain itu, pastikan juga tabung gas dalam keadaan aman agar mencegah terjadinya kebocoran gas.
"Jaga rumah masing-masing, sebelum pulang kampung pastikan aliran listrik dan copot regulator tabung gas serta kalau memungkinkan dapat mengosongkan gas yang di dalam tabung gas agar menghindari terjadinya kebakaran akibat kebocoran tabung gas saat ditinggal mudik, Jangan lupa juga untuk melapor kepada RT dan RW sebelum pulang mudik. Tetangga yang tidak mudik juga bisa dititipi untuk sekadar mengawasi rumah," pesannya.(Ipe/*)



