BEKASI.POJOKSATU.id - Anggota DPRD Jawa Barat, Ade Puspitasari, menghadiri kegiatan Pinton Anggon dan Sashing Ceremony yang menandai dimulainya rangkaian Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.

Menurutnya, ajang tersebut tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan identitas budaya serta potensi daerahnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 54 finalis dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat tampil mengenakan wastra khas daerah masing-masing. Setiap busana yang dikenakan mencerminkan sejarah, filosofi, serta kearifan lokal yang menjadi identitas setiap daerah di Tanah Pasundan.

Ade Puspitasari mengapresiasi penyelenggaraan Pinton Anggon yang dinilai mampu mengangkat kekayaan budaya Jawa Barat melalui keterlibatan generasi muda.

"Menghadiri undangan Pinton Anggon Mojang Jajaka Jawa Barat 2026, sebuah perhelatan yang tidak hanya menampilkan keindahan wastra dan budaya, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkenalkan identitas, kreativitas, serta potensi terbaik daerahnya," ujar Ade, Kamis, 2 Juli 2026.

Baca Juga: Ade Puspitasari Ajak Pelajar Bekasi Barat Lestarikan Seni Tradisional

Ia menilai, pelestarian budaya membutuhkan ruang ekspresi yang mampu menjangkau generasi muda. Melalui ajang Mojang Jajaka, para finalis tidak hanya dituntut memiliki penampilan yang baik, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya dan mampu menjadi representasi daerah asalnya.

Rangkaian Pinton Anggon juga diisi dengan Sashing Ceremony, yakni prosesi penyematan selempang kepada seluruh finalis sebagai simbol dimulainya perjalanan mereka dalam mengikuti seluruh tahapan Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026.

Menurut penyelenggara, selempang tersebut menjadi simbol amanah bagi para finalis untuk menjalani setiap proses dengan integritas, dedikasi, serta semangat melestarikan budaya dan mempromosikan pariwisata Jawa Barat.

Ade berharap ajang Mojang Jajaka Jawa Barat terus melahirkan generasi muda yang mampu menjadi duta budaya sekaligus memperkenalkan potensi daerah hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

"Semoga ajang ini terus melahirkan Mojang dan Jajaka yang mampu menjadi duta budaya dan pariwisata Jawa Barat, menginspirasi dengan karya, karakter, dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa," tutupnya.

Baca Juga: Dishub Bekasi Sayangkan CCTV Simpang Unisma Tak Berfungsi Meski Sudah Diusulkan Perbaikan

Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat merupakan agenda tahunan yang bertujuan mencari figur generasi muda terbaik sebagai representasi budaya dan pariwisata Jawa Barat, sekaligus memperkuat promosi kekayaan budaya dari 27 kabupaten dan kota di provinsi tersebut.