POJOKSATU.id, BEKASI - Anggota DPRD Jawa Barat, Ade Puspitasari secara blak-blakan menceritakan bahwa dirinya banyak menemukan banyak aduan dari masyarakat saat sedang berada di ruang publik.

"Kadang kalau iseng ke pasar, ada saja yang mengadukan dan mengeluhkan sesuatu. Intinya kan aspirasi itu kenapa penting, karena supaya kita sebagai wakil rakyat tahu bolong-bolong pembangunan yang dikerjakan pemerintah," ungkap Ade Puspitasari.

Anggota fraksi Golkar itu mengatakan, saat bertemu warga tanpa sengaja, banyak keluhan yang disampaikan mulai dari masalah pribadi hingga masalah kepentingan umum.

BACA JUGA : Karsih Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi

"Yang disampaikan beragam. Meski saya mengingatkan bahwa aspirasi sebaiknya yang menyangkut kepentingan umum, masalah pribadi tetap sering muncul," kata dia sambil senyum.

Ade Puspitasari mencontohkan, salah satu keluhan keluhan masyarakat yang kerap disampaikan kepada dirinya terkait penahanan ijazah oleh pihak sekolah, baik itu sekolah negeri maupun swasta.

"Ada yang mengeluhkan ijazah anaknya ditahan oleh sekolah, itu masih banyak disampaikan. Penahan ijazah itu terjadi bukan hanya di sekolah swasta tapi juga di sekolah negeri." ungkap Ade Puspitasari.

BACA JUGA : Anggota Komisi II DPRD Kaltim Agiel Suwarno Dukung Penuh Percepatan Realisasi Program Lumbung Pangan

Seharusnya, kata dia, masalah klasik seperti itu menjadi perhatian kepala sekolah terutama di sekolah negeri. Untuk yang swasta biasanya dikembalikan kepada kebijakan yayasan.

"Karena yang mengeluhkan itu mereka dari keluarga kurang mampu, maka pihak yayasan diharapkan bisa menyerahkan ijazah dengan perjanjian, misalnya dicicil. Kan banyak cara? Apalagi sekolah swasta mendapat subsidi juga dari pemerintah provinsi," urai dia.

Ade Puspitasari juga mengimbau kepada Dinas Pendidikan agar tidak berdiam diri terhadap kasus penahanan ijasah. (Ipe/*)