POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Mantan anggota DPRD Kabupaten Bekasi periode 2014-2019, Nurdin Muhidin, masih mempertimbangkan ajakan kembali ke Partai Buruh yang sudah lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Partai dengan ciri khas warna oranye itu akan mengikuti kontestasi Pemilu 2024 yang digelar dalam waktu dekat ini.

Pria yang lahir dari gerakan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) tersebut masih memikirkan tawaran dari eksekutif Partai Buruh yang memanggil para calon potensial untuk kembali ke partainya.

"Saya secara de facto sudah tidak aktif di PAN, tapi secara de jure masih tercatat sebagai anggota," tutur Nurdin saat ditemui di Omah Buruh, Kecamatan Cikarang Selatan, Senin, 9 Januari 2023.

"Kalau bicara pencalegan, tentunya putra Kabupaten Bekasi punya hak, termasuk saya sendiri dari massa kaum buruh yang pada 2014 dititipkan di PAN," sambung Nurdin.

Sejak tidak terpilih sebagai anggota dewan pada 2019, Nurdin mengatakan sudah tidak terlalu aktif di partai tersebut. Dia juga mengatakan tetap menjaga komunikasi kepada para aktivis buruh bahkan sebelum Partai Buruh dideklarasikan.

"Belum bergabung, mau istikhoroh (meminta petunjuk), masih pertimbangkan," kata dia.

Nurdin mengakui peta politik pada 2024 ini amat berbeda dibandingkan 2014 karena ada 18 partai peserta pemilu, di antaranya 9 partai baru.

"Kita mengambil hikmahnya saja, sekarang beda dari 2014, ada 18 partai berkompetisi. Justru saya berpikir sampai di mana proporsional tertutup. Kalau itu sampai terjadi 2024, ketua partai jadi raja-raja kecil," tutur dia.

Dia juga mengatakan bahwa hal yang urjen di kalangan elit Partai Buruh adalah calon presiden yang akan diusung nanti.

"Belajar dari Pemilu 2014, 2019, massa pemilih pegang berapa suara. Lima puluh persen terkonsentrasi di capres, karena itu penting elit memikirkan siapa kandidat calon presiden," ucap dia.

Dia sendiri yakin dengan potensi partai kelas pekerja itu pada pemilu mendatang.

"Basis kita hampir 3,6 juta pemilih. Catatan Pilkada 2017, kita ada independen atau massa buruh KTP Bekasi ada 500 ribu, kalau loyalis semua lolos," demikian kata dia.

Semasa menjadi anggota DPRD, Nurdin duduk di Komisi IV dan menjadi representasi perwakilan buruh dan masyarakat terpinggirkan. (Andi Saddam)