BEKASI.POJOKSATU.id - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Bekasi menilai sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Bekasi sangat buruk.

GMBI membeberkan ada kasus ketika data seorang peserta didik tiba-tiba hilang di salah satu SMP negeri. Padahal, dia sebelumnya sudah diterima di sekolah itu.

“Ada salah satu anak didik yang sudah masuk di SMP negeri, ternyata setelah dia ke sana datanya hilang. Kasihan nasib anak bangsa,” ungkap Sekretaris LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Asep Sukarya, Selasa, 30 Juli 2024.

Baca Juga: PPDB Kota Bekasi Kisruh Gara-Gara Kadisdik Sibuk Persiapan Pilkada

Menurut mereka penyelenggaraan PPDB Kota Bekasi ini adalah yang terburuk.

Pada aksi demonstrasi tersebut, massa menggelar aksi tabur bunga dan juga beraudensi dengan Pemkot Bekasi. Namun, dalam audiensi tersebut pihak GMBI merasa tidak puas.

Karena, Pemkot Bekasi tidak bisa menemukan jalan keluar bagi para pelajar yang tidak mendapatkan pendidikan baik di sekolah Negeri ataupun di swasta.

Baca Juga: Banyak Bangku Kosong pada PPDB Kota Bekasi

Asep meminta tanggung jawab Pemkot Bekasi atas penyelenggaraan PPDB yang buruk.

GMBI, kata dia, siap membantu Pemkot Bekasi untuk menyisir siswa yang sampai dengan saat ini belum bisa melanjutkan pendidikan.

“Apa yang saya katakan tadi bahwa kita siap membantu Dinas Pendidikan untuk melakukan penyisiran warga masyarakat yang belum mendapat sekolah, walaupun nanti di sekolah swasta kita akan dorong," tegas Asep.

"Tapi dengan satu catatan yang paling penting jangan sampai dibebani oleh biaya-biaya yang tinggi," demikian kata dia.***