BEKASI.POJOKSATU.id - Aksi dorong-dorongan antara petugas keamanan dengan pendukung Calon Presiden Wakil Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, tak terhindarkan, Senin, 4 Desember 2023, malam.
Aksi dorong-dorongan tersebut lantaran pengikut PDIP Kota Bekasi ingin bersalaman dengan Calon Wakil Presiden Mahfud MD saat mengunjungi Ma'had Annida Al-Islamy, Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Pantauan bekasi.pojoksatu.id, terlihat petugas keamanan langsung mendorong para pengikut PDIP yang mengikuti agenda Mahfud MD.
Baca Juga: Cawapres Mahfud MD Kunjungi Ma'had Annida Al-Islamy di Bekasi
Terlihat Mahfud MD datang ke Ma'had Annida Al-Islami didampingi oleh Hary Tanoesoedibjo yang merupakan Ketua Umum Partai Perindo.
Pantauan di lokasi, terlihat Mahfud MD datang ke lokasi pesantren Pada pukul 19.57 WIB dengan pengawalan ketat.
Pada saat rombongan Mahfud MD datang sholawat serta Hadroh dari para santri hingga santriwati dari sekolah Ma'had Annida Al-Islami.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Kota Bekasi 5 Desember 2023: Hujan Ringan Bakal Guyur Beberapa Wilayah
Kedatangan Mahfud MD ke lokasi tersebut meminta dukungan dan menarik simpati para ulama di pondok pesantren tersebut.
Cawapres Mahfud MD menerangkan kampanye di sekolah diperbolehkan saja yang penting kampanye dialogis.
Berdasarkan informasi yang diterima bekasi.pojoksatu.id, kampanye di dunia pendidikan diperbolehkan sesuai dengan Surat Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 65/PUU-XXI/2023 tentang kampanye di tempat pendidikan.
Diketahui juga KPU telah menerbitkan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang kampanye. Dengan adanya putusan MK tersebut.
"Kalau kampanye tidak dialogis seperti 'Pilih saya, kalau saya terpilih saya akan membangun jembatan'. Nah, itu kampanye itu," tegas Mahfud, dalam sambutannya, Senin 4 Desember 2023.
Baca Juga: Jadwal Operasi Pasar di Kota Bekasi Bulan Desember, Jangan Sampai Kelewatan
Mahfud menegaskan yang tidak boleh dilakukan kampanye di sekolah yakni menunjukkan program calon presiden dan juga calon wakil presiden.
Selain itu juga, kampanye di dunia pendidikan harus persetujuan beberapa Pihak seperti sekolah dan juga panitia.
"Yang penting disetujui pihak sekolah, panitia penyelenggara, pimpinan menyetujui," ucap dia.
Mahfud juga menerangkan politik itu sendiri ada 2 tingkatan yakni high politic dan juga low politic.
"High politic sendiri bisa dikampanyekan di masjid atau di mana gitu. Kamu harus jujur, pemerintah harus tegas, Pemerintah harus hadir, itu high politic. Kalau low politic seperti pilih saya itu tidak boleh dilakukan di kampus," tutup dia.***




