POJOKSATU.id, KOTA BEKASI - Aksi saling tembak terjadi di Alun-alun Kota Bekasi tepat pada hari jadi ke-26 Kota Bekasi, Jumat, 10 Maret 2023.
Aksi ini terjadi saat para pahlawan dahulu melawan tentara Jepang, kemudian tentara NICA dan Inggris bercokol di Indonesia masa 1944 sampai 1950.
Adegan itu diperagakan oleh para staf perangkat daerah di Kota Bekasi dalam drama teatrikal bertajuk 'Resolusi Warga Bekasi' tahun 1950.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menerangkan aksi teatrikal itu sendiri bentuk mengenang terbentuknya sejarah Kota Bekasi.
Drama teatrikal perjuangan warga Bekasi saat masa Agresi Militer yang diperankan staf perangkat daerah di Alun-Alun Bekasi, Jumat, 10 Maret 2023. Foto: Pojoksatu.id/Adika F Utomo
"Kita sama-sama mengenang sejarah Kota Bekasi dengan adanya aksi teatrikal itu sendiri," ungkap Tri Usai mengikuti apel, Jumat, 10 Maret 2023.
Tri menceritakan saat pemerintahan kolonial Belanda, wilayah Bekasi merupakan bagian dari Kabupaten Meester Cornelis yang kemudian menjadi Kabupaten Jatinegara.
"Pada saat itulah Pemuda Bekasi menunjukkan keberaniannya dan juga patriotisme dengan menangkap orang-orang Jepang akibat kekejaman Jepang yang menduduki Indonesia saat itu," tutur Tri.
BACA JUGA: Pelajar SMPN 2 Bekasi Menang Lomba Video Dokumenter
Diketahui sebanyak 90 tentara Jepang yang tiba di Stasiun Bekasi pada 19 Oktober 1945 langsung disergap kemudian dibantai oleh rakyat Bekasi.
Pada saat itulah mayat-mayat mereka dibuang ke aliran Kali Bekasi, sehingga membuat air berubah menjadi warna merah.
"Peristiwa bersejarah itu diabadikan melalui Monumen Kali Bekasi yang berada dekat jembatan rel Kali Bekasi di Jalan Ir H Juanda, Bekasi Selatan," tutup Tri. (Adika F Utomo)




