POJOKSATU.id - Kota Bekasi menarik minat para gelandangan dan pengemis (gepeng) setiap bulan suci tiba.
Mereka mengemis di persimpangan yang terdapat lampu lalu lintas, tempat pengendara terhenti sejenak.
Para gepeng yang notabene dari luar Bekasi tersebut biasanya beraksi jelang sore hari.
Kepala Bidang Ketentraman dan Keteriban Umum Satpol PP Kota Bekasi, Saut Hutajulu, menjelaskan penduduk Kota Bekasi yang padat menjadikan magnet bagi para gepeng.
Di Kota Bekasi sekarang ada 2,5 juta jiwa. Letaknya juga tidak jauh dari Jakarta.
BACA JUGA: Ogah Dirazia, Gepeng di Kota Bekasi Kabur dari Satpol PP
"Ini jadi daya terik bagi para PMKS (istilah lain gepeng). Mereka berharap setiap yang melintas di jalan pusat kota memberi mereka," ucap dia kepada wartawan, Jumat, 7 April 2023.
Rata-rata, kata dia, gepeng berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat. Mereka memang bertujuang mengemis di Kota Bekasi.
"Setiap tahunnya memang banyak orang dari luar Bekasi datang untuk mendapatkan rezeki tambahan," kata dia.
Salah satu dari gepeng itu adalah manusia gerobak, yaitu pemulung yang membawa keluarganya di dalam gerobak.
Mereka tidur di gerobak, dan kemana-mana selalu membawa gerobak tersebut.
"Mereka berkumpul sengaja dengan keluarganya di satu titik pinggir jalan, berharap orang memberikan donasi kepada mereka," demikian kata dia.
Razia yang berlangsung pada 6 April 2023, sebanyak 19 orang gepeng dibawa ke rumah singgah Dinas Sosial Kota Bekasi.
Penulis: Adika F Utomo
Editor: Andi Saddam




