POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Alun-alun Eduforest Bekasi atau yang dikenal masyarakat setempat dengan Alun-Alun Setu di Desa Tamansari, Kecamatan Setu belakangan ini viral dan ramai dikunjungi masyarakat.
Padahal alun-alun yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat ini belum diresmikan dan masih ditutup untuk umum.
Pada Minggu, 15 Januari, kemacetan yang cukup padat terjadi di jalan menuju Alun-Alun Setu.
Akses jalan yang hanya selebar 5 meter hanya cukup untuk 2 mobil saat berpapasan.
Akses parkir yang masih minim juga menyebabkan kemacetan, mayoritas pengunjung memarkir kendaraan di pekarangan warga setempat.
BACA JUGA: Alun-Alun Kabupaten Bekasi di Setu Diperkirakan Rampung 20 Desember 2022
Usai kunjungan membludak, tampak sampah-sampah berserakan, beberapa sampah tampak sudah dibersihkan dan masukkan ke sejumlah tong sampah di lokasi.
"Saya penasaran, baru tau Setu punya alun-alun begini bagus," tutur Imas, salah seorang warga Cinyosok, Desa Burangkeng, yang kebetulan ada di lokasi.
Imas mengaku hanya sebatas melihat sendiri sebelum mengajak anaknya ke tempat itu.
"Insya Allah minggu depan mau ajak anak istri ke sini," tutur dia.
Alun-alun itu dibangun oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Jawa Barat dengan anggaran sekitar Rp6 miliar. Rencana peresmian akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Alun-alun Setu menjadi magnet warga Setu dan sekitarnya, karena di lokasi ruang terbuka hijau itu dilengkapi berbagai fasilitas seperti taman bermain, dan lapangan basket dan futsal.
Perwakilan pihak kontraktor, Slamet ketika dihubungi awak media menjelaskan bahwa pembangunan alun-alun sudah rampung sejak Desember lalu. Namun, masih menunggu jadwal peresmian.
Spanduk larangan memasuki alun-alun dalam masa pemeliharaan itu dianggap angin lalu oleh warga. Mereka dengan bebas berfoto dan memasuki area alun-alun. (Andi Saddam)




