BEKASI.POJOKSATU.id – Seorang siswa SMP Islam di wilayah Bantargebang, berinisial DMH (16 tahun), menjadi korban penganiayaan oleh S (15 tahun), anak dari kepala sekolah, setelah menyampaikan kritik terkait dugaan pungutan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui media sosial.
Kepala sekolah yang juga orang tua pelaku, Ujang Tholib, mengakui tindakan anaknya. Ia menyampaikan insiden tersebut benar terjadi dan dilatarbelakangi oleh unggahan di akun Instagram korban.
"Pada dasarnya, terkait penganiayaan terhadap DMH oleh anak saya, itu benar," ujar Ujang saat ditemui di Bantargebang, Senin, 26 Mei 2025.
Baca Juga: Anak Kepala Sekolah Aniaya Teman yang Kritik Dana PIP, Korban Sudah Lapor Polisi
Dalam unggahan tersebut, DMH membagikan ilustrasi manusia berkepala tikus yang memegang uang pecahan Rp100 ribu. Anak kepala sekolah, yang melihat postingan itu, merasa unggahan tersebut ditujukan kepada ayahnya.
"Anak saya berkesimpulan seperti itu karena anak saya tahu bahwa DMH adalah siswa saya, walaupun tidak disebutkan bahwa kritikan tersebut tertuju langsung ke sekolah," jelas Ujang.
Penganiayaan terjadi saat korban sedang mengikuti ujian sekolah pada Senin, 19 Mei 2025. S diduga mendatangi ruang kelas korban dan melakukan pemukulan di hadapan siswa lain.
"Saya yang menginfokan ke mamahnya. Saya mohon maaf, saya kasih tahu. Saya bilang, 'mohon maaf, DMH dipukul oleh anak saya'," ungkap Ujang.***




