POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - A, 17 bulan, masih terus mencari keberadaan sang ibu, Intan Melinda, 29 tahun, yang sudah meninggal dunia karena dibunuh.
Apalagi, saat Intan dihabisi secara keji oleh pelaku, A berada tidak jauh dengannya. Kejadian nahas itu terjadi di Jalan Raya Kamuring, Tambelang.
Belum sampai di situ, A sempat dibawa kabur oleh kedua pelaku yang melarikan diri. Polisi menemukan A di sebuah pos ronda di Subang.
Erik Julianto, sang paman, merasa sedih. Apalagi kalau malam hari A selalu mencari-cari keberadaan ibunya.
BACA JUGA: Terungkap, Ternyata Kata-kata Ini yang Bikin Bos Ayam Goreng Dibunuh Karyawanya
“Bisa dibilang trauma, karena kehilangan sosok ibu dan ayah, hingga sekarang pikirannya kalau kata orang dewasa, kosong, karena sering bengong. Kalau lagi ingat, suka manggil mamah, mamah, kadang nama ibunya,” tutur Erik, Senin, 20 Februari 2023.
Ayah A meninggal saat dia masih di dalam kandungan. Sehingga dengan kepergian sang ibu ke hadapan Tuhan, maka A menjadi yatim piatu.
Sekarang dia tinggal bersama neneknya dan keluarganya. Dan harus tumbuh tanpa sosok orang tua, terutama ibu yang mengasihinya.
BACA JUGA: Pemilik Usaha Ayam Goreng Kerap Datang ke Tempat Berjualan
Erik mengatakan hingga saat ini belum ada upaya pemulihan trauma dari Komisi Perlindungan Anak (KPA) atau lainnya.
A, kata Erik, melihat langsung ibunya dianiaya hingga tewas.
“Untuk saat ini belum ada sama sekali. Kalau bicara kebutuhan, anak ini sangat membutuhkan itu,” demikian kata dia.
Pelaku pembunuhan tersebut adalah Hari Kurniawan, 21 tahun, dan Mochamad Agustian, 15 tahun. Kedua pemuda tersebut terancam hukuman 15 tahun penjara. (Karsim/radarbekasi.id/Andi Saddam/pojoksatu.id)




