POJOKSATU.id - Dimas Rismawan alias Wawan, 22 tahun, pelaku pembunuhan terhadap ayahnya dikenal sebagai sosok tempramental.

"Orangnya tempramental, asal diganggu orang langsung hajar. Dia tidak mau di
ganggu orangnya," ungkap Rico, 36 tahun, tetangga korban, Minggu, 2 Juli 2023.

Dia menyebutkan pelaku tidak pernah melakukan komunikasi dengan warga sekitar dan juga dikenal dengan sosok pendiam.

"Kalau sama bapaknya iya (sering interaksi), kalau dia tidak pernah. Habis pulang dari mana, walaupun dari tugas langsung masuk aja, gak pernah keluar," jelas Rico.

Keluarga pelaku juga telah mengetahui bahwa Wawan telau dipecat dari TNI. Hal tersebut disebabkan terlibat baku hantam dengan orang lain.

"Udah (tau dipecat), tapi dia namanya orang tua, pasti diumpetin. Kalau ke sini, itu kan gara-gara hajar orang lain, di klub malam apa gitu, abis minum, namanya kan dibilang Dimas itu mengganggu tidak mau, tapi jangan diganggu," ucap dia.

"Orang itu mungkin lagi minum otomatis goyang pikirannya, nyenggol, nyenggol Dimas, langsung dihajar, kemungkinan dari situ diberhentiin," tambah dia.

Dia baru dua tahun menjadi anggota TNI. Pelaku kerap bertengkar dengan temen asramanya. Hal itu diketahui, saat atasan dari Wawan mendatangi kediaman Wawan.

"Jangankan sama orang lain, sama teman asramanya juga pernah," kata dia.

"Langsung dicari sama atasannya ke sini, dia berantem, tapi tidak mau tanggung jawab. Kalau yang di asrama berantem sama teman asramanya, satu angkatan," demikian kata dia.

Dimas menghabisi nyawa ayahnya sendiri Widodo Cahya Putra, seorang pedagang sate di Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, tepat pada Idul Adha, Kamis, 29 Juni 2023.

Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam