BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir kembali melanda Jalan Raya Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter, Kamis, 22 Januari 2026.

Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di ruas jalan utama tersebut lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Hasil pantauan jurnalis bekasi.pojoksatu.id di lapangan menunjukkan, kendaraan roda dua maupun roda empat terpaksa memutar arah untuk mencari jalur alternatif. Bahkan, sejumlah pengendara yang nekat menerobos genangan air harus mengalami mogok akibat mesin kendaraan mati.

Baca Juga: Jatibening Permai Terendam Banjir Lebih dari 1 Meter, Ratusan KK Terdampak

Salah satu warga sekitar, Firman (28 tahun), mengungkapkan bahwa banjir mulai terjadi sejak sekitar pukul 12.30 WIB, Kamis, 22 Januari 2026. Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya genangan di kawasan tersebut.

“Sejak sekitar pukul setengah satu siang sudah banjir. Sekarang ketinggiannya kurang lebih 50 sampai 60 sentimeter,” ujar Firman.

Ia menjelaskan, banjir dipicu oleh meluapnya Kali Cakung, yang oleh warga setempat dikenal sebagai Kali Bintara. Luapan air dari kali tersebut awalnya menggenangi rumah warga sebelum akhirnya meluas hingga ke badan Jalan Raya Bintara.

“Air kali meluap, pertama masuk ke permukiman warga, lalu naik ke jalan utama,” jelasnya.

Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Rojak (58 tahun), menuturkan bahwa banjir di Jalan Raya Bintara bukan kejadian baru dan kerap terjadi setiap musim hujan.

Baca Juga: Banjir di Pondokgede Terjadi Berulang, Jatibening Permai Terendam hingga 1,5 Meter

“Sudah sering banjir di sini. Setiap tahun pasti kejadian, apalagi sekarang musim hujan,” katanya.

Ia menambahkan, selain tingginya curah hujan, bentuk alur Kali Cakung yang berkelok dinilai turut memperparah potensi banjir karena aliran air tidak mengalir lurus.

Rojak berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama instansi terkait segera melakukan penanganan serius guna mencegah banjir kembali terjadi di Jalan Raya Bintara.***