BEKASI.POJOKSATU.ID - Banjir rob akibat kenaikan air pasang Laut Jawa merendam tiga desa di pesisir Kabupaten Bekasi sejak Jumat, 13 Desember 2024.
Tiga desa yang terdampak adalah Desa Hurip Jaya dan Harapan Jaya di Kecamatan Babelan, serta Desa Samudera Jaya di Kecamatan Tarumajaya.
Kadus II Desa Hurip Jaya, Sarman, mengungkapkan bahwa wilayah RT 05, 06, dan 07 di RW 03 mengalami banjir cukup parah.
Baca Juga: Panel Gapura di Bekasi Timur Copot Diterpa Angin, Mobil Warga Jadi Korban
“Tercatat sekitar 1.200 warga di tiga RT Desa Hurip Jaya yang terdampak,” ujarnya pada Selasa, 17
Sarman menjelaskan bahwa ketinggian air pasang pada pagi hari bisa mencapai 80 cm, sedangkan saat surut di sore hari, air masih menyisakan ketinggian sekitar 10-20 cm.
Kondisi ini diperburuk oleh keberadaan tambak ikan di area pesisir yang turut tenggelam akibat banjir, sehingga air pasang terhalang dan merendam permukiman warga.
Baca Juga: Warga Desa Hurip Jaya Terkena Penyakit Akibat Banjir Rob, Selain Itu Tambak Ikan Gagal Panen
“Akibatnya, aktivitas warga lumpuh total, dan banyak rumah masih terendam air,” jelasnya.
Hingga saat ini, warga belum menerima bantuan apapun sejak banjir melanda. Sarman berharap perhatian lebih dari pemerintah, termasuk kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang kerap berkunjung ke wilayah terdampak bencana.
“Harapannya beliau bisa datang ke Babelan dan melihat langsung kondisi di sini,” tambah Sarman.
Saat ini, kebutuhan mendesak bagi warga adalah pasokan air bersih, makanan, dan obat-obatan.
“Warga masih bertahan di rumah, jadi yang paling dibutuhkan itu bahan pangan,” pungkas dia.***




