BEKASI.POJOKSATU.ID — Banjir di Kota Bekasi kembali meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya sembilan kecamatan terendam banjir hingga Jumat, 23 Januari 2026, akibat tingginya curah hujan yang berlangsung cukup lama.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, mengatakan ketinggian air bervariasi, mulai dari 5 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter di sejumlah titik.

“Genangan paling parah terjadi di Perumahan Jatibening Permai dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter,” kata Idham kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.

Baca Juga: Perumnas 3 Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter Lebih

Menurut Idham, hujan deras dengan durasi panjang menjadi penyebab utama terjadinya banjir di Kota Bekasi. Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Rawalumbu, Pondok Gede, Jatiasih, Bekasi Utara, Mustikajaya, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Medan Satria, dan Bekasi Barat.

Ia menyebutkan, jumlah titik banjir terbanyak berada di Kecamatan Rawalumbu, Pondok Gede, Bekasi Utara, dan Bekasi Barat, masing-masing dengan tiga lokasi terdampak.

Di Kecamatan Rawalumbu, banjir merendam Perumahan Taman Narogong Indah dengan ketinggian air 40 hingga 60 sentimeter, Perumahan Pondok Hijau Permai mencapai sekitar 100 sentimeter, serta Perumahan Bumi Bekasi setinggi 50 sampai 70 sentimeter.

Baca Juga: Mogok Pedagang Daging Jabodetabek Lumpuhkan Usaha Kuliner Rakyat

Sementara di Kecamatan Pondok Gede, banjir terjadi di Perumahan Jatibening Permai dengan ketinggian 150 sentimeter, Perumahan Prima Lingkar Asri sekitar 60 sentimeter, dan Perumahan Essence Park mencapai 70 sentimeter.

Untuk Kecamatan Jatiasih, BPBD mencatat satu titik banjir di kawasan Dosen IKIP dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter.

Di Kecamatan Bekasi Utara, selain banjir, bencana juga disertai pohon tumbang yang menyebabkan satu rumah rusak di kawasan Kali Abang Rorotan. Adapun banjir merendam Bulak Perwira 2 dengan ketinggian 5 hingga 20 sentimeter, Kantor Kecamatan Bekasi Utara sekitar 10 sampai 30 sentimeter, serta SMPN 21 dengan ketinggian 20 hingga 50 sentimeter.

Idham menambahkan, masing-masing satu titik banjir juga terjadi di Kecamatan Bekasi Selatan, Mustikajaya, Bekasi Timur, dan Medan Satria. Lokasi tersebut antara lain Kelurahan Jakamulya RW 11 dengan ketinggian 20 sampai 30 sentimeter, Perumahan Mayang Pratama sekitar 5 sentimeter, Jalan Maluku Raya setinggi 50 sentimeter, serta Jalan Alamanda Indah II Kelurahan Pejuang dengan ketinggian mencapai 70 sentimeter.

Baca Juga: Trotoar Bukan Lapak Dagang, PKL di Depan Pasar Permata Ditertibkan

Sementara di Kecamatan Bekasi Barat, banjir merendam Perumnas RW 006 dengan ketinggian 70 hingga 80 sentimeter, Perumahan Duta Kranji lebih dari 70 sentimeter, serta Perumahan Mas Naga di Kelurahan Bintara dengan genangan mencapai 100 sentimeter.

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bekasi telah mengoperasikan lima unit pompa air yang berasal dari pompa perumahan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), serta Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). BPBD juga melakukan evakuasi warga terdampak.

“Dua orang lanjut usia dievakuasi dari Jalan Maluku Raya, Perumahan 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur,” ujar Idham.

BPBD turut mencatat adanya lokasi pengungsian di Aula Kelurahan Kali Baru yang menampung tujuh orang dari dua kepala keluarga.

BPBD Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari genangan air yang dalam, serta memastikan anak-anak tidak bermain di area banjir, mengingat potensi hujan susulan masih mungkin terjadi.***