BEKASI.POJOKSATU.ID - Selain persoalan armada pengangkut, DPRD Kota Bekasi juga menyoroti lemahnya dukungan fasilitas bagi bank sampah di tingkat RW.
Padahal, keberadaan bank sampah menjadi salah satu syarat bagi RW untuk memperoleh bantuan dana Rp100 juta per tahun dari Pemkot Bekasi.
Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafied menyebut masih banyak bank sampah yang belum memiliki sarana memadai, seperti baktor (becak motor pengangkut) maupun tempat penampungan yang layak.
Baca Juga: DPRD Kota Bekasi Nyatakan Bekasi Darurat Sampah, Armada Pengangkut Diminta Segera Ditambah
“Bank sampah ini fasilitasnya masih kurang. Ada yang tidak punya baktor, tidak punya tempat penampungan. Ini akan saya perjuangkan lewat aspirasi di APBD,” jelasnya.
Keluhan juga disampaikan Ali Cantona, pengurus Karang Taruna RW 13 Kelurahan Pejuang. Ia mengungkapkan bahwa bank sampah di wilayahnya masih memanfaatkan rumah kosong sebagai lokasi penampungan sementara.
“Kita tempat saja pakai rumah kosong. Kalau rumah itu tidak ada, kita bingung mau tampung di mana. Baktor juga tidak punya, jadi angkut sampah dari rumah warga pakai gerobak,” ucapnya.
Baca Juga: Pemkot Bekasi Beri Pendampingan Korban Dugaan Kekerasan Seksual Balita di Bintara
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus RW untuk memenuhi ketentuan pembentukan bank sampah sesuai kebijakan pemerintah daerah.
DPRD menilai penguatan sarana dan dukungan anggaran menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. (adv)




