BEKASI.POJOKSATU.ID - Gunungan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, kembali mengalami longsor pada Rabu 31 Desember 2025.
Kepolisian mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut disebabkan oleh tumpukan sampah yang sudah terlalu tinggi dan kurangnya pemadatan yang optimal.
Kapolsek Bantargebang Kompol Sukadi mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 13.30 WIB saat sejumlah truk sampah melintas di area gunungan sampah.
Baca Juga: Meskipun Sempat Diguyur Hujan, Antuasias Menyambut Tahun Baru Di Kota Bekasi Tetap Tinggi
Struktur tumpukan yang tidak stabil akhirnya runtuh dan menyeret kendaraan ke aliran parit di sekitar lokasi.
“Itu memang sampahnya sudah terlalu menggunung, jadi harusnya dilebarkan supaya tidak longsor. Begitu sudah diurug sampah, seharusnya diurug tanah lagi agar kepadatannya terjaga dan potensi longsor berkurang,” kata Sukadi, dikutip dari Radar Bekasi, 1 Januari 2026.
Akibat longsoran tersebut, tiga unit truk sampah dilaporkan terperosok ke aliran kali di kawasan Sumur Batu, tepatnya di Kali Adem.
Baca Juga: Menghiraukan Himbauan Pemkot Bekasi, Kembang Api Masih Menyala Saat Pergantian Tahun Baru
Peristiwa itu sempat membuat aktivitas di TPST Bantargebang terganggu karena akses di sekitar lokasi longsor tidak dapat dilalui kendaraan.
“Pas truk melintas, ketimpa sampah. Akhirnya masuk ke dalam kali. Ada tiga kendaraan truk sampah yang terperosok,” jelasnya.
Meski demikian, Sukadi memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Seluruh sopir truk berhasil menyelamatkan diri saat longsoran terjadi.
Baca Juga: Detik-detik Malam Pergantian Tahun Baru, Jalan Ahmad Yani Lumpuh Total
Pihak kepolisian bersama pengelola TPST langsung melakukan pengamanan lokasi untuk mencegah longsor susulan.
“Tidak ada korban. Sopir selamat semua,” ujarnya.
Saat ini, Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta masih melakukan pembersihan sampah yang masuk ke aliran parit akibat longsoran tersebut.
Upaya evakuasi kendaraan yang terperosok masih menunggu kedatangan alat berat berupa crane untuk mengangkat truk dari dasar kali.
“Tinggal truknya masih di sungai. Nunggu crane dulu datang, baru bisa diangkat,” kata Sukadi.
Baca Juga: Malam Tahun Baru, Pelaku UMKM Ramaikan Jalan Ahmad Yani hingga Stadion Patriot Bekasi
Peristiwa longsor ini kembali menyoroti persoalan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang, yang selama ini menjadi lokasi pembuangan utama sampah dari Jakarta.
Gunungan sampah yang terus bertambah tanpa penataan dan pemadatan yang maksimal dinilai berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan gangguan operasional.
Polisi mengimbau agar pengelola TPST lebih memperhatikan aspek teknis penataan tumpukan sampah.
Baca Juga: Malam Pergantian Tahun, Ratusan Warga Padati Jalan Ahmad Yani dan Plaza Patriot Bekasi
Termasuk pengurugan tanah secara berkala, guna mencegah kejadian serupa terulang.
Longsor di Bantargebang bukan kali pertama terjadi dan dinilai menjadi alarm penting bagi pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.***




