BEKASI.POJOKSATU.id -  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi menekankan pentingnya penyusunan program pembangunan berbasis data agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Kepala Bappeda Kabupaten Bekasi, Dwi Sigit Andrian, mengatakan seluruh perangkat daerah harus menjadikan data sebagai dasar utama dalam merancang program pembangunan.

Menurutnya, data kemiskinan harus menjadi acuan dalam penyusunan program pengentasan kemiskinan, data stunting menjadi dasar penanganan persoalan gizi, serta data pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur digunakan untuk menyusun kebijakan di sektor masing-masing.

"Dengan berbasis data, pembangunan yang direncanakan dapat memberikan manfaat, berdampak langsung, dan mampu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat," jelas Dwi Sigit, Senin, 13 Juli 2026.

Baca Juga: Razia Pajak di Tambun Utara, Kepala Bapenda Sebut Biar Warga Disiplin

Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar semakin selektif dalam menentukan prioritas program pada penyusunan rencana pembangunan tahun 2027.

Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah menyusun program yang efektif, efisien, dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Dengan kemampuan fiskal yang ada, pembangunan yang kita laksanakan harus benar-benar efektif, efisien, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkasnya.

Selain berbasis data, Bappeda juga meminta seluruh perangkat daerah menjaga konsistensi antara dokumen perencanaan serta menyesuaikan usulan program dengan kemampuan keuangan daerah agar pelaksanaan pembangunan tetap berjalan optimal.***