POJOKSATU.id - Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini tidak hanya berfokus pasa penanggulangan bencana.
Pencegahan atau pengurangan risiko bencana menjadi salah satu perhatian saat ini. Hal itu tertuang pada amanat UU Nomor 24 Tahun 2017.
Dani Ramdan berharap masyarakat menyadari bencana menjadi urusan bersama, yang membutuhkan kepedulian. Kemudian, pencegahan harus dilakukan untuk meminimalisasi dampaknya.
"Untuk pencegahan bencana yang melibatkan masyarakat, kita sudah bentuk wadah Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tingkat Kabupaten dan Kecamatan. Sekarang sedang berproses pembentukan FPRB di tingkat desa," kata Dani, Kamis, 27 April 2023.
FPRB bertugasmengedukasi dan mengajak masyarakat agar tahu, sadar dan mau melakukan pengurangan risiko bencana, seperti mencegah banjir, longsor, kebakaran atau bencana lainnya.
Dari data yang tercatat, lanjut Dani, jenis bencana yang sering terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi adalah banjir dan angin puting beliung.
BACA JUGA: Awas Potensi Bencana Hidrometeorologi di Sepanjang Jalur Mudik 2023
Selain di daerah aliran sungai, saat ini banjir juga terjadi di pemukiman warga yang drainase-nya kurang bagus.
"Selain itu, dalam Tata Ruang Kita (revisi), kita temukan bahwa di beberapa kecamatan ada sesar baribis yang berpotensi terjadinya gempa yang juga harus dimitigasi," demikian kata dia.
Penulis: Adika F. Utomo
Editor: Andi Saddam




