BEKASI.POJOKSATU.id – Cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan atau Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kota Bekasi masih berada di angka 47,24 persen.
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota pun terus berupaya mendorong peningkatan angka tersebut.
Berdasarkan data terbaru, total kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Bekasi mencapai 496.736 orang.
Rinciannya terdiri dari 408.684 Penerima Upah (PU), 59.233 Bukan Penerima Upah (BPU), 21.575 pekerja jasa konstruksi, dan 7.244 Pekerja Migran Indonesia.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, Ahmad Fauzan, mengakui capaian ini masih perlu ditingkatkan.
Pasalnya, potensi peserta di Bekasi diperkirakan mencapai 1.051.574 orang, sementara target UCJ nasional ditetapkan sebesar 99,5 persen.
“Target UCJ baru 47,24 persen, angkanya bisa dikatakan cukup dan terus berprogres dari sebelumnya. Komitmen kami ini akan terus kita tingkatkan dengan kolaborasi dan sinergi dengan stakeholder, khususnya dengan pemerintah daerah,” ujar Fauzan, Selasa (23/12/2025).
Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperkuat kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan dan pemerintah daerah.
Kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bekasi telah berjalan melalui program pendaftaran pekerja sektor informal yang dananya bersumber dari APBD.
Program bernama SIGAP (Siap Jaga Pekerja Informal) tersebut telah berjalan sejak 2025 dan akan dilanjutkan pada 2026.
Saat ini, program itu telah menjangkau 11.666 peserta dari kalangan pekerja rentan dan sektor informal.
“Program ini diharapkan berkepanjangan dan kepesertaannya bertambah mengingat potensinya yang masih besar,” harap Fauzan.
Meski persentase UCJ Bekasi masih di bawah 50 persen, angka tersebut ternyata merupakan yang tertinggi di Jawa Barat, bahkan mengungguli kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Jawa Barat.




