BEKASI.POJOKSATU.id - Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) Bekasi Timur dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bekasi atas dugaan adanya penggelembungan suara Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Bekasi.

Koordinator Divisi (Koordiv) Penanganan Pelanggaran Data Bawaslu Kota Bekasi Muhammad Sodikin menjelaskan, kemarin (4 Maret 2024) ada salah satu masyarakat yang membuat laporan atas dugaan penggelembungan suara di PPK Bekasi Timur.

"Kemarin laporannya dugaan penggelembungan Suara Salah Satu Caleg di Bekasi Timur, pukul 13.30 WIB didampingi oleh Komisi 1 DPRD Kota Bekasi," ucap Sodikin, Selasa, 5 Maret 2024.

Baca Juga: Ketua PPK Bekasi Timur Diduga Gelembungkan Suara Caleg Lewat Aplikasi Sirekap

Sodikin menyebutkan laporan dugaan penggelembungan suara tersebut juga disertai barang bukti berupa hasil Sirekap dan juga video.

“Kalau dugaan penggelembungan bisa dia masuk ketiga-tiganya, baik administratif juga mungkin etiknya. Mungkin juga masuk ke tindak pidananya,” tegas dia.

Akan tetapi, Sodikin tidak menyebutkan secara detail siapa caleg yang digelembungkan suaranya dan yang dirugikan.

Baca Juga: Update Real Count Pileg DPRD Jabar dari Dapil Kota Bekasi-Depok, 10 Caleg Pengoleksi Suara Terbanyak

Sodikin menerangkan Bawaslu Kota Bekasi mempunyai waktu 2 hari untuk melakukan kajian dan mendalami kasus penggelembungan suara.

"Yang dilaporkan itu Ketua PPK Bekasi Timur. Kami akan meminta keterangan semua pihak yang berkaitan kasus itu. Apalagi video dugaan penggelembungan suara itu sudah viral di media sosial," tegas dia.

“Pemanggilan belum kita lakukan. Nanti kan kita harus klarifikasi dulu. Kalau misalkan ini masuknya pelanggaran administratif, ya kita harus sidang adminstratif,” tambah Sodikin.

Baca Juga: 10 Caleg dengan Suara Terbanyak di Dapil 1 Kota Bekasi, Meliputi Bekasi Timur dan Bekasi Selatan

Pihaknya akan secepatnya melakukan pemanggilan. Saat ini, kata Sodikin, Bawaslu Kota Bekasi mempunyai waktu dua hari untuk melakukan kajian.

“Kalau 2 hari tidak sesuai atau tidak memenuhi unsur, kita minta lakukan perbaikan laporan,” demikian kata dia.***