BEKASI.POJOKSATU.id - Kota Bekasi mencatat sejarah baru di dunia olahraga bela diri. Untuk pertama kalinya, Bekasi dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Savate.

Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pengurus Savate Kota Bekasi yang terbilang masih baru terbentuk.

Ketua Umum Savate Kota Bekasi, Hani Siswadi, menyebut Kejurprov ini bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan titik awal kebangkitan Savate di Kota Patriot.

Ia berharap, langkah perdana ini bisa menjadi pemantik lahirnya atlet-atlet baru untuk menghadapi agenda besar di masa depan.

“Savate di Kota Bekasi baru pertama untuk menyelenggarakan menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi dan ini menjadi kebanggaan untuk kami,” kata Hani, Minggu 25 Januari 2026.

Saat ini, kata Hani, jumlah atlet Savate murni di Kota Bekasi masih terbatas. Tercatat ada 17 atlet yang memang fokus di Savate, namun dalam pembinaan dan kejuaraan juga melibatkan atlet gabungan dari cabang bela diri lain.

“Untuk hari ini atlet Savate yang murni ada 17, namun ada juga gabungan dari atlet beladiri lain,” ujar dia.

Baca Juga : Tak Sekadar Jaga Keamanan, Brimob Jadi Penopang Hidup Pengungsi Banjir Bekasi

Meski begitu, Hani optimistis Savate bisa berkembang cepat di Bekasi. Apalagi, pembinaan dilakukan dari usia dini hingga usia muda, dengan pembagian kategori yang sudah disesuaikan aturan pertandingan.

“Mulai dari 10 tahun sampai 21 tahun. Namun yang usia 10 tahun ini lebih ke Assault dan usia di atas 17 di Combat,” jelas dia.

Hani menegaskan, Savate Kota Bekasi ingin mengambil peran sebagai pionir, terutama dalam menyiapkan atlet menghadapi PON cabang bela diri.

Untuk mendukung target tersebut, pihaknya sudah menyiapkan agenda minimal dua event pertandingan sepanjang tahun 2026.

“Mudah-mudahan ini menjadi pionir bagi atlet-atlit lain di Kota Bekasi dalam rangka menghadapi PON beladiri. Rencana kita, minimal 2 event pada tahun ini,” ucap Hani.

Namun, ia juga mengakui, pembinaan dan penyelenggaraan event tidak bisa berjalan maksimal tanpa dukungan pemerintah daerah.

Baca Juga : Dari Bekasi ke Jakarta Barat, Banjir Tunjukkan Masalah Hulu–Hilir Jabodetabek

Hani berharap Pemerintah Kota Bekasi, baik melalui Wali Kota maupun Dispora, bisa ikut mendorong pengembangan Savate, termasuk kebutuhan sarana pertandingan.

“Dan mudah-mudahan dukungan dari pemerintah Kota Bekasi melalui Pak Wali atau melalui Dispora itu ada,” tutur dia.

Target paling realistis yang kini dibidik pengurus adalah memiliki minimal satu ring Savate pada 2026.

Menurut Hani, keberadaan ring akan sangat membantu pembinaan sekaligus menunjang penyelenggaraan kejuaraan secara mandiri.

“Karena pengurus ini baru, tapi kita berupaya. Dengan kita akan melakukan 2 event pertandingan tahun 2026 ini, kita minimal harus punya satu ring di 2026 ini dan itu nanti akan dukungan penuh dari pemerintah,” tegas dia.

Saat ini, Savate Kota Bekasi juga masih menjalankan pembinaan bersama cabang bela diri lain. Latihan dan pengembangan atlet masih dilakukan secara gabungan di Camp Dragon, sembari memperkuat struktur organisasi dan memperluas jangkauan pembinaan.

“Kita rencana masih gabung dengan beladiri lainnya di Camp Dragon,” pungkas Hani.***