BEKASI.POJOKSATU.ID - Kabupaten Bekasi menghadapi persoalan serius di sektor kesehatan, khususnya terkait minimnya jumlah dokter gigi dibandingkan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 3,4 juta jiwa, ketersediaan tenaga dokter gigi dinilai masih jauh dari ideal.

Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, secara terbuka mengungkapkan kondisi tersebut usai berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

Ia menyebut kekurangan tenaga dokter gigi menjadi tantangan nyata yang harus segera diatasi.

Baca Juga: Warga Diminta Bergerak, Ketua RW Jadi Motor Lingkungan Aman dan Tertib

“Dokter umum mungkin sudah cukup banyak, tapi dokter gigi masih kurang, terutama di wilayah utara seperti Muara Gembong dan sekitarnya,” ujar Asep, dikutip dari laman resmi Pemkab Bekasi, 12 April 2026.

Kondisi ini semakin memprihatinkan mengingat Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dengan mobilitas penduduk yang sangat tinggi.

Keberagaman masyarakat dari berbagai daerah bahkan negara turut meningkatkan kebutuhan layanan kesehatan yang merata, termasuk kesehatan gigi dan mulut.

Wilayah utara seperti Muara Gembong disebut menjadi daerah yang paling terdampak akibat keterbatasan tenaga medis ini.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Kebiasaan Minum Obat Nyeri Bisa Picu Penyakit Berbahaya

Akses layanan kesehatan gigi yang minim membuat masyarakat di wilayah tersebut berisiko tidak mendapatkan penanganan yang optimal.

Asep menilai, persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah daerah pun mulai mendorong langkah strategis untuk menutup kekurangan tersebut, salah satunya dengan menggandeng perguruan tinggi.

“Kita harapkan ada kerja sama dengan universitas, sehingga dokter gigi internship bisa ditempatkan di daerah-daerah yang masih minim tenaga, seperti di wilayah utara,” katanya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek sekaligus membuka peluang pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Selain itu, keberadaan dokter gigi juga dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut.

Menurut Asep, masalah gigi yang tidak ditangani dengan baik dapat berdampak lebih luas terhadap kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Oleh karena itu, keberadaan tenaga medis yang memadai menjadi kunci utama dalam upaya preventif maupun kuratif.

Baca Juga: Kulit Wajah Mulai Kendur? Ini 5 Cara Sederhana Mengencangkannya Tanpa Harus ke Klinik Kecantikan

Pemerintah Kabupaten Bekasi pun menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti PDGI, untuk mengatasi persoalan ini.

“Kita perlu kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan PDGI untuk meningkatkan edukasi, promotif, dan preventif, serta memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat,” tegasnya.

Kondisi kekurangan dokter gigi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah. Tanpa langkah cepat dan terukur, kesenjangan layanan kesehatan dikhawatirkan semakin melebar, terutama di wilayah yang selama ini sudah tertinggal.***