POJOKSATU.id - Aksi kejahatan begal selalu menghantui pengendara motor di jalanan.

Begal merupakan momok yang mengerikan karena identik dengan pelaku yang beringas, dan bersenjata.

Biasanya pelaku begal akan memepet korbannya yang melintas jalan sepi.

Usai memepet, pelaku akan mengancam dengan mengacungkan celurit atau senjata tajam lain.

Jika korban menyerahkan motornya tanpa perlawanan, bisa saja dia tidak terluka sedikit pun.

Tapi, jika melawan, maka siap-siap saja ditebas dengan senjata tajam itu.

BACA JUGA: Arus Mudik dan Balik di Kota Bekasi Nihil Kecelakaan

Beberapa pelaku begal yang sadis bahkan tidak pakai basa-basi.

Mereka langsung membacok korbannya hingga lari ketakutan.

Setelah motor ditinggal pemilik, mereka langsung membawa kabur.

Tapi, ada 2 modus begal yang tidak biasa menimpa warga Kota Bekasi baru-baru ini.

BACA JUGA: Reza Dibegal di Jalan Kalimalang, Pelaku Tak Segan Bacok Berkali-Kali

Dua modus ini patut kamu waspadai di mana pun berada.

Pertama, pura-pura jadi debt collector.


Modus begal seperti ini menimpa Ahmad Nurhuda di Jalan Cut Meutia, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Sabtu, 11 Maret 2023, sore.

Saat mengendarai Honda Scoppy berpelat nomor B 5902 THO, tiba-tiba dia diberhentikan sekelompok orang tidak dikenal.

Enam orang itu menuding motor yang dikendarai Ahmad Nurhuda bermasalah.

Pelaku juga mendesak Ahmad menyerahkan STNK dan kunci motor itu.

Karena merasa motor itu tidak bermasalah, Ahmad tentu menolak permintaan mereka.

BACA JUGA: Polisi Dalami Kasus Begal di Alun-Alun Bekasi

"Pelaku berpakaian rapih seperti debt collector," kata dia.

Akhirnya, Ahmad diajak ke salah satu lokasi oleh pelaku.

Di sana dia diberi selembar kertas merah. Dia dapat menebus motornya seharnya Rp100 ribu di alamat yang tertera pada kertas itu.

"Ternyata kertas tersebut kertas kosong, dan sepeda motor saya dibawa kabur pelaku," kata dia.

Padahal, motor Ahmad sudah lunas dan dia sudah menjadwalkan mengambil BPKB motor itu di leasing tempat kredit.

Kedua, pura-pura menuding terlibat kasus.


Kejadian ini dalami oleh Anggi di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan Kota Bekasi, Rabu, 29 Maret 2023 malam.

Lokasi kejadian dekat Alun-Alun Kota Bekasi. Tempan kawula muda berkumpul.

Dua orang tidak dikenal yang mengendarai N-Max tiba-tiba memepet Anggi bersama teman laki-lakinya.

Saat itu Anggi mengendarai Vespa Primavera. Dua orang itu langsung menuding mereka berdua.

BACA JUGA: Aksinya Tepergok Warga, Komplotan Begal di Tambun Semakin Beringas

"Saya dituduh habis mengeroyok orang karena dia bilangnya sepeda motor saya itu sama," ucap Anggi.

Salah seorang pelaku menggunakan jaket ojek online Maxim dan berusia sekitar 40 tahun lebih.

"Sampai akhirnya saya diajak pergi ke lokasi sepi, enggak jauh dari alun-alun. Di sana, saya sama teman saya dipisahin," kata Anggi.

Pelaku memitna korban menaruh STNK di bawah jok motornya dan menyerahkan motor seharga lebih dari 40 juta itu.

Karena tak berdaya melawan, Vespa dengan nomor polisi B 3112 EVK itu pun dibawa kabur pelaku.

Pelaku lain yang mengendarai N-Max juga langsung kabur setelah itu.

Penulis dan Editor: Andi Saddam