POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Alun-Alun Setu atau dengan nama resmi Alun-Alun Eduforest Bekasi sampai saat ini belum resmi dibuka untuk umum.
Meski demikian, karena merupakan ruang terbuka bagi publik, jauh-jauh hari alun-alun ini sudah ramai dikunjungi warga.
Dua pekan terakhir jumlah warga yang berkunjung ke alun-alun ini semakin banyak.
Karena belum ada pengelola yang jelas, maka tampak belum ada yang bertanggung jawab atas kebersihan tempat yang dibangun dengan anggaran Rp6 miliaran itu.
BACA JUGA: Soal Alun-Alun, Camat Setu Tunggu Arahan Pemkab
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tamansari, Mela Mustofa, menjelaskan sudah mengetahui kondisi alun-alun milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
"Ini salah satu risiko dan konsekuensi jika tidak ada pengelolanya. Kita melarang-larang orang datang, siapa kita?" kata Mela saat ditemui di Mustikajaya, baru-baru ini.
Dia secara pribadi menyayangkan fasilitas umum tersebut terkesan tak terawat dan kotor, padahal belum lama dibangun.
BACA JUGA: Alun-Alun Setu Tarik Minat Warga Meski Belum Dibuka untuk Umum
"Karena pengelolaan belum jelas, mau gimana-gimana enggak mungkin karena bukan tanggungjawab kita," tutur dia.
"Sekarang mengandalkan kesadaran masing-masing saja. Yang jelas sebagai orang Tamansari, kebersihan tanggung jawab kita," demikian kata Mela. (Andi Saddam)




