BEKASI.POJOKSATU.id - Beberapa waktu terakhir, warga Kota Bekasi merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya, terutama saat pagi dan malam hari. Bahkan, di sejumlah titik muncul kabut tebal menyerupai suasana di kawasan pegunungan seperti Puncak Bogor.
Menanggapi hal itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menegaskan bahwa fenomena tersebut masih tergolong wajar. Ia menjelaskan, kabut yang muncul merupakan dampak dari kondisi cuaca yang saat ini masih berada dalam periode musim hujan.
"Fenomena seperti ini sangat normal saat musim hujan, apalagi jika disertai dengan angin yang tenang dan curah hujan yang tinggi," ujar Guswanto, Selasa, 1 Juli 2025.
Baca Juga: Tri Adhianto Belum Lapor LHKPN 2025, Janji Akan Disampaikan Tahun Depan
Menurutnya, kabut terbentuk akibat beberapa faktor sekaligus. Di antaranya adalah hujan yang menyebabkan penurunan suhu, serta meningkatnya kelembapan udara. Kondisi ini membuat udara terasa lebih dingin dan menyebabkan kabut turun ke permukaan.
"Pergerakan angin membawa udara sejuk dan lembap ke wilayah Bekasi, sehingga cuaca terasa lebih dingin dan berkabut," jelasnya.
Guswanto menambahkan, kombinasi antara intensitas hujan, tingkat kelembapan yang tinggi, serta angin yang cenderung tenang merupakan penyebab utama dari kondisi cuaca saat ini. Ia juga memperkirakan kabut masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Pengembang Kawasan di Cikarang Perkenalkan Konsep Pembangunan Kota Mandiri Modern kepada Mahasiswa
Saat ini, suhu udara di Bekasi tercatat berkisar antara 23–24 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan mencapai 90 persen.
“Kabut kemungkinan besar muncul saat malam hari, karena suhu lebih rendah dan kelembapan sangat tinggi,” pungkas Guswanto.***




