POJOKSATU.id - Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BPMS) Kota Bekasi menolak terlibat pada pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Bekasi tahun ajaran 2023 2024.

Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi penolakan tersebut salah satunya Tidak ada hasil yang baik bagi sekolah swasta dalam PPDB tersebut

Sekretaris BMPS Kota Bekasi, Ayung Sardi Dauly, berkomitmen untuk tidak terlibat dalam pelaksanaan PPDB Kota Bekasi tahun ini.

“Baik segi perumusan, pelaksanaan, maupun dari segi yang lain,” tegas Ayung kepada Radar Bekasi.id (grup pojoksatu.id), Senin, 15 Mei 2023.

Alasan pertama bpms menolak mengikuti pelaksanaan PPDB karena Pemerintah Kota Bekasi selama sepuluh tahun dinilai tidak menaati Permendikbud tentang aturan PPDB.

Lalu, Pemerintah Kota Bekasi tidak berkomitmen dengan aturan yang dibuat bersama.

Ketiga, PPDB Kota Bekasi dinilai hanya menjadi bancakan politik baik oleh eksekutif maupun yudikatif.

“Perwal selalu dibahas setiap tahunnya mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan, namun dalam pelaksanaan di akhir-akhir PPDB selalu melanggar dengan membuat keputusan baru untuk mengakomodir kesalahan yang dibuat,” kata Ayung.

Alasan keempat, bergabungnya sekolah swasta dalam PPDB Kota Bekasi tahun sebelumnya tidak menunjukan hasil yang baik kepada sejumlah sekolah swasta.

Data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menunjukkan sebanyak 84 sekolah swasta tingkat SMP memutuskan untuk ikut tergabung dalam pelaksanaan PPDB Kota Bekasi tahun sebelumnya.

Para sekolah sebelumnya telah melakukan penandatanganan MoU. Sekolah swasta yang meneken MoU menerima bantuan dari pemerintah setempat.

“Dari hasil laporan itu tidak ada sekolah swasta yang pure ikut tergabung dalam pelaksanaan PPDB online melalui web," jelas dia.

Menurut Ayung, program bantuan yang diberikan tidak berdampak cukup banyak kepada sekolah swasta.

“Karena penyaluran bantuan lambat dan menurut kami itu bukan salah satu pilihan yang baik untuk memperbaiki pelaksanaan PPDB,” ucapnya.

Sejak November 2022, sekolah swasta jenjang SD dan SMP telah membuka pendaftaran penerimaan siswa baru. Sampai saat ini, sudah seluruhnya membuka PPDB masing-masing tersebut.

“Sudah semua sekolah swasta membuka pendaftaran bagi peserta didik baru terhitung dari pertengahan April lalu,” ucapnya.

Data Disdik Kota Bekasi, terdapat 561 sekolah swasta dengan rincian 307 SD dan 254 SMP. Menurut Ayung, sejumlah sekolah swasta baik di tingkat SD maupun SMP telah menutup pendaftaran lebih awal karena kuota siswa baru yang sudah terpenuhi.

“Tingkat SD ada 30 persen dan tingkat SMP baru 10 persen yang sudah menutup pendaftaran lebih awal,” demikian kata dia.

Penulis: Dewi Wardah - Radarbekasi.id
Editor: Andi Saddam