BEKASI.POJOKSATU.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Jawa Barat, meresmikan wahana flying fox di kawasan Danau Pemerintah Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, bahwa ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Tri menerangkan, edukasi mengenai kebencanaan perlu dikemas dengan metode yang lebih menarik agar dapat diterima anak-anak dengan mudah.

“Saya mengapresiasi BPBD yang terus membuat inovasi. Edukasi kebencanaan tidak harus selalu disampaikan dengan cara yang serius,” kata Tri, Sabtu (15/8/2026).

Menurut dia, aktivitas bermain dapat menjadi salah satu cara untuk mengenalkan pengetahuan mengenai kebencanaan kepada anak-anak.

“Bisa dikemas melalui kegiatan yang menyenangkan seperti flying fox sehingga anak-anak lebih tertarik untuk belajar,” ujarnya.

Tri menilai keberadaan wahana tersebut tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran bagi pelajar yang melakukan kunjungan ke BPBD Kota Bekasi.

“Kita ingin BPBD menjadi tempat yang bukan hanya memberikan pengetahuan ketika terjadi bencana, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang menarik bagi anak-anak,” katanya.

Ia berharap anak-anak yang datang ke kawasan BPBD dapat memperoleh pengalaman yang berbeda selama mengikuti kegiatan edukasi.

“Dengan datang ke sini, mereka bisa bermain, belajar, sekaligus memahami bagaimana menjaga keselamatan diri dan lingkungan,” ujar Tri.

Dalam kesempatan tersebut, Tri juga turut mencoba secara langsung wahana flying fox yang baru diresmikan.

Menurutnya, keterlibatan langsung tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap inovasi yang dilakukan BPBD Kota Bekasi dalam mengembangkan sarana edukasi kebencanaan.

Baca Juga : Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang Jajal Pasar Bekasi, Hadirkan Bubur Canton dengan 8 Topping

Sementara itu, kehadiran flying fox melengkapi sejumlah fasilitas edukasi yang selama ini tersedia di lingkungan BPBD Kota Bekasi.

Para pelajar yang melakukan kunjungan dapat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari simulasi gempa hingga mengenal fasilitas penanganan bencana.

Selain itu, terdapat pula area kebun binatang edukasi dan kegiatan menggunakan perahu karet di kawasan danau.

Melalui tambahan wahana flying fox, kegiatan edukasi diharapkan tidak hanya berlangsung secara teoritis.

Para siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung sekaligus memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.

Tri mengatakan pengenalan kebencanaan sejak usia dini penting dilakukan agar anak-anak memiliki pemahaman mengenai keselamatan.

Baca Juga : Hungry Playground Jadi Destinasi Kuliner dan Hiburan Baru di Bekasi, Hadirkan 110 Tenant

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak sejak dini sudah mengenal kebencanaan,” katanya.

Menurut dia, pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk karakter anak yang lebih tanggap ketika menghadapi situasi darurat.

“Kita ingin mereka tidak hanya tahu tentang bencana, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana menjaga keselamatan diri maupun orang lain,” ujar Tri.

BPBD Kota Bekasi berharap penambahan wahana tersebut dapat meningkatkan minat sekolah untuk melakukan kunjungan edukasi.

Dengan konsep yang memadukan pembelajaran dan aktivitas rekreatif, edukasi kebencanaan diharapkan menjadi lebih dekat dengan dunia anak.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya sadar bencana sejak usia dini di Kota Bekasi.***