BEKASI.POJOKSATU.id – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bekasi Kota bersama Primaya Hospital Bekasi Barat menggelar kegiatan Kopdar Optimalisasi Perlindungan dan Kemudahan Penanganan Kecelakaan Kerja Mitra Driver Ojek Online (Ojol).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi para pengemudi ojek online yang memiliki risiko tinggi saat bekerja di jalan.
Kegiatan yang berlangsung di Primaya Hospital Bekasi Barat tersebut dihadiri jajaran manajemen rumah sakit, perwakilan komunitas mitra driver ojek online, serta BPJS Ketenagakerjaan Bekasi Kota.
Selain memberikan sosialisasi mengenai manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), peserta juga memperoleh pemahaman terkait prosedur penanganan peserta yang mengalami kecelakaan kerja hingga mekanisme pelaporan klaim.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bekasi Kota, A. Fauzan, mengatakan pengemudi ojek online merupakan salah satu kelompok pekerja dengan mobilitas tinggi yang setiap hari menghadapi berbagai risiko kecelakaan di jalan raya.
"Mitra driver ojek online merupakan salah satu kelompok pekerja yang setiap hari menghadapi risiko di jalan. Karena itu, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang sangat penting," ujar A. Fauzan, Rabu 29 Juli 2026.
Menurut Fauzan, melalui kegiatan kopdar tersebut BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan seluruh mitra pengemudi memahami hak-haknya sebagai peserta sekaligus mengetahui langkah yang harus dilakukan apabila mengalami kecelakaan kerja.
"Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh mitra memahami haknya atas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sekaligus mengetahui kemudahan penanganan apabila terjadi kecelakaan kerja," katanya.
Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Primaya Hospital Bekasi Barat merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan pelayanan yang cepat dan mudah kepada peserta.
"Sinergi dengan Primaya Hospital Bekasi Barat diharapkan mampu memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan optimal sehingga peserta dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa terkendala administrasi," ungkap Fauzan.
Baca Juga : KPU Kota Bekasi Siapkan Kajian Penataan Ulang Dapil Jelang Pemilu 2029
Fauzan menambahkan, kepesertaan aktif menjadi kunci agar para pekerja, khususnya mitra pengemudi ojek online, dapat memperoleh manfaat perlindungan secara maksimal ketika risiko kerja terjadi.
"Kami berharap semakin banyak mitra pengemudi ojek online yang menyadari pentingnya menjadi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Dengan perlindungan yang memadai, mereka dapat bekerja lebih aman, nyaman, dan produktif," ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan kopdar juga dimanfaatkan sebagai forum diskusi interaktif antara peserta dengan pihak rumah sakit dan BPJS Ketenagakerjaan. Dalam sesi tersebut, para mitra pengemudi menyampaikan berbagai pertanyaan seputar penanganan darurat, prosedur pelayanan di rumah sakit, hingga mekanisme pelaporan kecelakaan kerja.
BPJS Ketenagakerjaan menegaskan akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan guna memastikan peserta memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas ketika mengalami risiko kecelakaan kerja.
"Kami berkomitmen untuk terus memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia, termasuk pekerja sektor informal dan mitra pengemudi ojek online. Ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang mungkin terjadi selama bekerja," tutup Fauzan.***




