BEKASI.POJOKSATU.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat sebanyak 1.095 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di wilayahnya hingga 23 Mei 2025.
Dari jumlah tersebut, lima warga dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bekasi, Vivie Herawati, mengungkapkan bahwa kelompok usia 15–44 tahun menjadi yang paling rentan terjangkit, dengan total 537 kasus, disusul kelompok usia anak 5–14 tahun sebanyak 308 kasus.
Baca Juga: Kelurahan Padurenan Layangkan Teguran Pertama ke Pemilik Bangunan Liar di Jalan Bawang
"Data menunjukkan, kelompok usia 15–44 tahun paling banyak terpapar, disusul anak-anak. Ini menjadi perhatian serius kami," ujar Vivie, Kamis, 29 Mei 2025.
Menanggapi tingginya jumlah kasus, Dinkes Kota Bekasi terus melakukan berbagai upaya pencegahan dan pengendalian, mulai dari fogging (pengasapan), pemberian larvasida, hingga kampanye 1 Rumah 1 Jumantik yang melibatkan partisipasi warga dalam memantau jentik nyamuk di lingkungannya.
Tak hanya itu, Vivie juga mengimbau masyarakat untuk aktif dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi, dan mengelola barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Baca Juga: Warga Keluhkan Penutupan Jalan Usai Galian Utilitas di Bintara Tidak Sesuai Standar
"Partisipasi aktif warga sangat penting untuk mencegah penyebaran DBD. Kami mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan secara rutin,” kata dia mengakhiri.***




