BEKASI.POJOKSATU.id – Menurunnya debit air Kali Bekasi selama musim kemarau dimanfaatkan sejumlah warga untuk berburu ikan. Selain memancing di tepian sungai, sebagian warga juga turun langsung ke aliran yang dangkal untuk menangkap ikan menggunakan jala.
Pantauan di Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat, 24 Juli 2026, menunjukkan banyak pemancing memadati bantaran Kali Bekasi. Kondisi air yang surut membuat ikan lebih mudah terlihat sehingga peluang memperoleh hasil tangkapan lebih besar.
Salah seorang pemancing, Dani (35 tahun), mengaku sengaja datang dari Kemayoran, Jakarta Pusat, setelah mendapat informasi dari komunitas pemancing mengenai kondisi Kali Bekasi yang sedang surut.
Baca Juga: Kejari Kota Bekasi Kumpulkan Rp31,2 Miliar Aset EDC Cash, Korban Masih Tunggu Mekanisme Penyaluran
“Kalau air lagi surut seperti ini, ikannya lebih mudah kelihatan dan ditangkap. Jadi hasilnya juga lebih banyak,” ujar Dani.
Menurutnya, dalam kondisi tertentu hasil tangkapan bisa mencapai dua hingga tiga kilogram dalam sehari, lebih banyak dibanding saat debit air sungai normal.
“Kalau lagi bagus, sehari bisa dapat dua sampai tiga kilogram ikan,” katanya.
Meski demikian, Dani mengaku khawatir dengan pencemaran limbah yang masih sering terjadi di Kali Bekasi. Menurutnya, limbah membuat ikan keracunan, lemas, bahkan mati sehingga tidak layak dikonsumsi.
Baca Juga: AHY Dorong Transit Oriented Development Bekasi Ekstensi Jadi Pusat Transportasi Publik Terintegrasi
“Kalau ada limbah, ikannya pada mabuk, bahkan banyak yang mati. Kalau sudah begitu, tentu tidak aman untuk dimakan,” ungkapnya.
Selain pencemaran, surutnya debit air juga memperlihatkan tumpukan sampah plastik, kayu, limbah rumah tangga, serta endapan lumpur di dasar sungai yang sebelumnya tertutup air.
Dani berharap pemerintah bersama instansi terkait meningkatkan upaya pembersihan Kali Bekasi agar kondisi sungai semakin bersih dan ekosistemnya tetap terjaga.
“Harapannya sungai ini lebih sering dibersihkan supaya sampah tidak terus menumpuk. Kalau bersih, lingkungan juga lebih nyaman dan tidak menimbulkan bau,” tuturnya.***




