BEKASI.POJOKSATU.id - Dedi bin Darip menjadi salah satu kandidat calon ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Bekasi. Dia mengaku sudah siap menjelang pemilihan yang berlangsung pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Saat diwawancarai pada Senin, 28 Oktober 2024, Dedi mengatakan alasan dia maju sebagai ketua KTNA Kabupaten Bekasi karena melihat dan merasakan organisasi KTNA saat ini belum berfungsi secara maksimal sebagai wadah petani Kabupaten Bekasi dalam menyampaikan aspirasi.

"Sehingga saya merasa perlu untuk terjun langsung menjadi motor penggerak agar KTNA dapat menjadi penyambung lidah petani kepada pemangku kebijakan-kebijakan yang ada di Kabupaten Bekasi," ucap Dedi.

Baca Juga: Kembali Nakhodai KTNA Setu, Dedi Prioritaskan Sejumlah Program

Dia juga melihat potensi organisasi KTN yang sangat strategis untuk memperjuangkan hak-hak petani yang ada di Kabupaten Bekasi.

Jelang pemilihan, Dedi mengaku sudah sangat siap. Dia sudah bersilaturahmi dengan jajaran KTNA di berbagai kecamatan dan juga tokoh tani. Dedi juga menjaring aspirasi dan masukan dari para tokoh tani untuk KTNA 5 tahun ke depan.

Saat ditanya mengenai latar belakang, Dedi menjawab sudah diajarkan bertani sejak dini oleh orang tua. Dia juga pernah menjadi peternak, sehingga mengetahui dan merasakan apa yang menjadi kebutuhan petani.

"Secara organisasi saya menjadi ketua kelompok tani Kertamukti di Desa Kertarahayu dari tahun 2009 kemudian dipilih menjadi ketua gabungan kelompok tani se-Desa Kertarahayu pada tahun 2012," kata dia.

"Kemudian saya pada tahun 2018 dicalonkan menjadi ketua ktna Kecamatan Setu periode 2019-2024 kemudian pada tahun 2024 saya dipilih kembali untuk menjadi ketua KTNA Kecamatan Setu untuk periode 2024 2029," sambung pria yang juga ketua Badan Permusyawaratan Desa di tempat tinggalnya.

Baca Juga: Bantuan Benih Korban Banjir Bekasi Mulai Dialokasikan, Ketua KTNA Desa Sukakarya Bilang Begini

Apabila mendapat kepercayaan memimpin KTNA, Dedi sudah menyiapkan program dan visi-misi seperti sapa petani untuk menggali aspirasi para petani di Kabupaten Bekasi.

"Dan tentunya menyambangi pejabat, program ini adalah untuk menyampaikan berbagai macam keluhan dan keinginan para pertanian di Kabupaten Bekasi agar program pertanian di Kabupaten Bekasi lebih tepat sasaran," kata dia.***