BEKASI.POJOKSATU.ID - Aksi unjuk rasa yang dilakukan sopir angkot di Jalan Raya Ahmad Yani, Kota Bekasi, diwarnai kegiatan sweeping terhadap angkot yang masih beroperasi dan mengangkut penumpang, Selasa, 10 Februari 2026.

Pantauan di lokasi menunjukkan ratusan angkot memadati sisi jalan. Sejumlah sopir tampak menghentikan kendaraan angkot lain yang tetap beroperasi. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas tersendat hingga menimbulkan kemacetan panjang sekitar tiga kilometer.

Salah satu sopir angkot, Gani Kasuba, menyebut rencana operasional Trans Bekasi Keren berdampak besar terhadap penghasilan para pengemudi angkot. Ia mengaku pendapatan mereka diperkirakan menurun signifikan jika layanan transportasi baru tersebut mulai berjalan.

Baca Juga: Sekolah Swasta Gratis Digulirkan, Pemkot Bekasi Dihadapkan Krisis Guru

“Setelah rencana ini berjalan, mohon maaf, sekitar 70 persen sewa kami sudah hilang,” ujar Gani kepada awak media.

Menurutnya, Trans Bekasi Keren direncanakan melayani rute Harapan Indah hingga Bekasi Timur, yang dinilai akan bersinggungan langsung dengan trayek angkot yang ada saat ini.

“Saat ini kami sebagai sopir angkot sudah sulit mencari setoran karena banyak saingan. Kalau ditambah TransBeken masuk, kami mau makan apa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti persaingan yang semakin ketat dengan kehadiran transportasi online dan layanan bus milik pemerintah. Kondisi tersebut membuat pendapatan sopir angkot terus menurun.

Baca Juga: Wahana Rusak Ancam Keselamatan Anak, Camat Bekasi Barat Turun Langsung ke Taman

“Sekarang cari uang dari angkot susah, Pak. Tidak seperti dulu sebelum ada transportasi online. Dulu angkot berjaya, gaji PNS saja kalah. Sekarang cari Rp100 ribu susah, Rp50 ribu saja kadang tidak dapat. Kontrakan kami juga sering telat bayar,” pungkasnya.