BEKASI.POJOKSATU.ID - Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi terus berpacu dengan waktu untuk mengejar target pendapatan sebesar Rp700 miliar di penghujung Maret 2026.

Hingga 26 Maret, realisasi penerimaan pajak daerah telah menembus angka Rp686 miliar, menyisakan selisih yang kini diburu dalam hitungan hari.

Kepala Bidang Pendapatan Bapenda Kota Bekasi, Hendrik Kurniawan, menyampaikan optimisme bahwa target tersebut masih sangat mungkin tercapai sebelum penutupan bulan.

Ia menyebut capaian saat ini menjadi modal kuat untuk menembus angka yang telah ditetapkan pada triwulan pertama.

Baca Juga: Ruang Kosong Disulap Jadi Kamar Pasien, RSUD Bekasi Siap Tampung Lonjakan Pasien

“Semoga sampai akhir bulan ini bisa tembus Rp700 miliar,” ujar Hendrik.

Upaya percepatan dilakukan dengan memanfaatkan momentum pasca-Lebaran, yang selama ini dikenal sebagai periode meningkatnya aktivitas pembayaran pajak, khususnya dari wajib pajak badan.

Setelah penyaluran tunjangan hari raya, kondisi keuangan perusahaan dinilai lebih stabil untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan.

“Biasanya setelah Lebaran, perusahaan mulai menuntaskan kewajiban pajaknya,” jelasnya.

Baca Juga: Menghilang Tanpa Jejak, 2 Karyawan Ayam Geprek Diduga Terlibat Mutilasi

Selain mengandalkan momentum tersebut, Bapenda juga memastikan pelayanan pembayaran pajak akan langsung kembali berjalan tanpa jeda setelah libur Lebaran.

Langkah ini diambil untuk menjaga ritme penerimaan tetap tinggi di sisa waktu yang ada.

Tidak hanya itu, program relaksasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan yang masih berlangsung hingga akhir April turut menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan partisipasi wajib pajak.

Diskon yang diberikan diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk segera melunasi kewajiban mereka.

“Pelayanan tetap berjalan dan kami terus dorong partisipasi masyarakat,” tegas Hendrik.

Dengan sisa waktu yang semakin sempit, berbagai langkah optimalisasi terus dilakukan secara maksimal.

Bapenda juga mengintensifkan komunikasi dan sosialisasi kepada wajib pajak agar segera melakukan pembayaran sebelum batas waktu berakhir.

Baca Juga: Jalur Fungsional Tol Japek II Selatan Jadi Andalan Pemudik, Arus Balik Bekasi Naik Signifikan

Hendrik menegaskan bahwa capaian pendapatan daerah bukan sekadar angka administratif, melainkan memiliki dampak langsung terhadap pembangunan dan pelayanan publik di Kota Bekasi.

Dana yang terkumpul akan dialokasikan untuk berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Target ini bukan sekadar angka, tapi untuk mewujudkan kota yang nyaman dan masyarakat yang sejahtera,” tandasnya.

Dengan tren positif yang sudah terbentuk, Bapenda Kota Bekasi optimistis mampu menutup Maret 2026 dengan capaian maksimal, sekaligus memperkuat fondasi pendapatan daerah untuk periode selanjutnya.***