BEKASI.POJOKSATU.ID - Rencana pembangunan gedung baru SMAN 21 Kota Bekasi di wilayah Jatiasih tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Lokasinya yang berada di kawasan padat penduduk membuat pemerintah harus menyusun perencanaan secara matang agar pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan persoalan baru di lingkungan sekitar.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III, Rina Parlina, menegaskan bahwa berbagai aspek teknis dan kondisi lapangan menjadi perhatian utama sebelum proyek pembangunan dimulai.
“Kami sudah beberapa kali melakukan survei lokasi untuk memastikan kesiapan pembangunan. Karena berada di wilayah padat penduduk, perencanaan harus matang,” ujarnya, dikutip dari Radar Bekasi, 8 April 2026.
Baca Juga: Pemkab Bekasi Tak Buka CPNS 2026, Beban Anggaran Pegawai Tembus 42 Persen APBD
Selama ini, kegiatan belajar mengajar SMAN 21 masih menumpang di gedung milik SMP swasta di kawasan Pondok Gede Permai dengan status sewa.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan gedung sendiri menjadi semakin mendesak, mengingat jumlah siswa yang terus bertambah.
Saat ini, tercatat terdapat 24 rombongan belajar dengan masing-masing kelas diisi sekitar 36 siswa.
Dengan kapasitas tersebut, keberadaan gedung baru diharapkan dapat memberikan ruang belajar yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pengajar.
Baca Juga: Pasokan LPG 3 Kg di Sukabumi Dipastikan Aman, Pertamina Tambah Distribusi Ribuan Tabung
Namun demikian, sejumlah kendala masih harus diselesaikan sebelum pembangunan benar-benar dimulai.
Di antaranya adalah belum adanya pemenang tender proyek, kondisi lahan yang masih dipenuhi semak belukar, serta keberadaan tiang listrik yang berada tepat di area akses masuk lokasi.
“Kami selesaikan satu per satu. Jika semua sudah siap, baru akan kami jelaskan secara detail proses pembangunannya,” tuturnya.
Pada tahap awal, pembangunan direncanakan akan dimulai dengan pembuatan pagar dan sistem drainase untuk memastikan keamanan serta mengantisipasi potensi genangan air di kawasan tersebut.
Perencanaan yang matang menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan lingkungan sekitar, termasuk aspek aksesibilitas, keamanan, serta kenyamanan warga sekitar.
Meski menghadapi sejumlah tantangan, Rina memastikan bahwa proyek pembangunan gedung SMAN 21 tetap ditargetkan berjalan pada tahun ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di Kota Bekasi.
“Pasti dilakukan tahun ini. Kami selesaikan dulu kendala yang ada sambil menunggu pemenang tender,” pungkasnya.***




