POJOKSATU.id, KABUPATEN BEKASI - Petugas gabungan dari Polsek Bekasi Selatan dan juga Satpol PP Kecamatan Bekasi Selatan menyatroni Apartemen Mutiara di wilayah Jalan Ahmad Yani, Selasa, 3 Januari 2023.
Petugas gabungan itu sendiri mendatangi tempat itu sendiri menindaklanjuti laporan adanya prostitusi online. Pantauan Pojoksatu.id di lokasi, sejumlah petugas gabungan langsung menyebar ke sejumlah kamar-kamar yang disinyalir menjadi tempat prostitusi online.
Terlihat petugas langsung menyambangi kamar yang berada di lantai 20 Tower A apartemen Mutiara. Beberapa kali petugas gabungan mengetuk pintu kamar apartemen tersebut namun tidak ada jawaban.
Beberapa petugas lainnya juga menyambangi kamar-kamar lainnya yang sudah terdata menjadi sarang prostitusi online.
BACA JUGA: Apartemen di Kota Bekasi Sarang Prostitusi Online, Tri: Akan Kami Tindak
Namun, petugas gabungan gagal mendapatkan yang mereka cari yakni prostitusi online yang diduga marak terjadi di Apartemen Mutiara.
Gagalnya petugas untuk mencari para wanita tunasusila di Apartemen Mutiara disinyalir karena razia sudah bocor terlebih dahulu.
Padahal berdasarkan informasi dari resepsionis, kamar itu terisi. Bahkan ada juga sejumlah kamar yang terlihat baru saja ditinggalkan penyewanya tanpa diketahui di mana keberadaannya.
Kepala Seksi Trantib Kecamatan Bekasi Selatan, Victor Yudistira Antoro, membantah bahwa razia yang dilaksanakan oleh petugas gabungan itu sendiri sudah bocor terlebih dahulu.
Razia Satpol PP di Apartemen Mutiara, Bekasi Selatan, Selasa, 3 Januari 2023. Foto: Pojoksatu.id/Adika F Utomo
"Saya pastikan memang SP (Surat Perintah) ini baru keluar hari ini dan informasi ini sangat tertutup dan sangat silent, tadi jam 8 karena kita menghindari keramaian,” ujar Victor, kepada awak media, Rabu 4 Januari 2023.
Berdasarkan dari laporan dan aduan warga, praktik prostitusi online bukan hanya terjadi di sejumlah apartemen namun juga terjadi di rumah-rumah kos yang ada di wilayah Bekasi Selatan.
BACA JUGA: Dapat Laporan Ada Pungli, Anggota Polsek Tarumajaya Merapat ke TKP
Saat menggelar operasi, Victor mengaku pihaknya mengalami kendala saat mencoba masuk ke kamar-kamar apartemen yang disewakan.
Dirinya menyebutkan, bahwa kendala tersebut ditengarai minimnya akses yang diberikan oleh pihak pengelola apartemen mutiara.
“Yang pertama adalah kurangnya komunikasi dari antara pemilik atau pengelola apartemen. Kita susah sekali untuk menembus sampai masuk dan kekurangan akses, itu yang menjadi kendala untuk kami,” tutup Victor. (Adika F Utomo)




